Karantina Kepri lepasliarkan 1.200 burung pipit ke alam

Karantina Kepri lepasliarkan 1.200 burung pipit ke alam

  • Kamis, 30 Januari 2025 00:21 WIB
Karantina Kepri lepasliarkan 1.200 burung pipit ke alam
Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melepasliarkan sebanyak 1.200 ekor burung pipit (Lonchura Sp) ke alam, tepatnya di kawasan Taman Wisata Alam Muka Kuning, Kota Batam, Rabu (29/1/2025). (ANTARA/Ogen)

Burung pipit itu merupakan hasil penindakan Karantina Kepri

Tanjungpinang (ANTARA) – Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melepasliarkan sebanyak 1.200 burung pipit (Lonchura Sp) ke alam, tepatnya di kawasan Taman Wisata Alam Muka Kuning, Kota Batam.

“Burung pipit itu merupakan hasil penindakan Karantina Kepri,” kata Kepala Karantina Kepri Herwintarti usai pelepasliaran burung pipit, di Tanjungpinang, Rabu.

Ia menjelaskan burung pipit ini masuk ke Batam melalui Pelabuhan Telaga Punggur dari Kuala Tungkal Jambi, Minggu (26/1), tanpa disertai sertifikat kesehatan (KH2) dari daerah asal.

Baca juga: Karantina Kepri sebut ekspor sarang burung walet lebih Rp32 triliun

Sesuai aturan karantina, kata dia, setiap lalu lintas komoditas hewan, ikan, maupun tumbuhan, harus dilaporkan kepada pejabat karantina dari daerah asal untuk dipastikan kesehatannya sebelum dilalulintaskan.

Ia juga menjelaskan burung pipit tersebut telah diperiksa kesehatannya oleh Karantina Kepri dan hasil uji laboratorium menunjukkan hasil negatif Flu Burung (Avian Influenza).

Setelah itu baru diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Batam untuk bersama-sama dilepasliarkan ke alam.

Baca juga: Karantina Kepri memfasilitasi ekspor ikan kerapu hidup ke Hong Kong

“Kami mendukung kearifan lokal, tetapi penting untuk mematuhi aturan demi keamanan bersama,” jelas Herwintarti.

Dia menambahkan Taman Wisata Alam Muka Kuning Batam sengaja dipilih sebagai lokasi pelepasliaran burung pipit lantaran kondisi hutan yang luas dan terjaga kelestariannya, dengan jumlah pohon dan sumber makanan melimpah.

“Makanya cocok dan aman untuk pelepasliaran, dengan harapan burung pipit yang dilepaskan ini cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya, sehingga populasinya terus meningkat,” kata Herwintarti.

Baca juga: Petugas amankan dua orang bawa ratusan tanaman hias dari Malaysia

Pewarta: Ogen
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Ngariung Bareng Buruh, Kapolres Ajak Pekerja Jaga Keamanan di Serang

    Serang – Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan melaksanakan kegiatan ngariung bersama buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang, Banten. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas…

    Remaja di Bantul Bonceng 3 Naik Motor Tabrak Tiang, 2 Orang Tewas

    Jakarta – Tiga remaja laki-laki naik motor berboncengan tiga menabrak tiang lampu penerangan di pinggir Jalan Raya Sanden, Tegalsempu, Caturharjo, Pandak, Bantul. Dua remaja itu meninggal dunia di lokasi kejadian.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *