Balai Taman Nasional Bunaken: Kearifan lokal selamatkan dugong

Balai Taman Nasional Bunaken: Kearifan lokal selamatkan dugong

  • Kamis, 30 Januari 2025 12:08 WIB
Balai Taman Nasional Bunaken: Kearifan lokal selamatkan dugong
Kepala Balai Taman Nasional (BTN) Bunaken, Sulawesi Utara, Faat Rudhianto. ANTARA/Karel A Polakitan

Manado (ANTARA) – Kepala Balai Taman Nasional (BTN) Bunaken, Sulawesi Utara, Faat Rudhianto mengatakan bahwa kearifan lokal ikut menyelamatkan populasi dugong (Dugong dugon) yang ada di kawasan tersebut.

“Populasinya ada di kawasan taman nasional bagian selatan, tetapi juga bisa ditemukan di perairan taman nasional bagian utara,” kata Faat di Manado, Kamis.

Saat ini, kata Faat, dalam kawasan Taman Nasional Bunaken diperkirakan ada sekitar 100 individu dan masih tetap terjaga kelangsungan hidup hewan laut mamalia tersebut.

Baca juga: BTN Bunaken-Kelola bahas kajian akademik perlindungan dugong

“Patut kita syukuri bahwa dugong tidak menjadi barang untuk dikonsumsi. Itu juga ada kaitannya dengan kepercayaan yang berkembang di masyarakat untuk tidak mengkonsumsi dugong,” katanya.

Individu dugong, kata Faat, mengikuti sumber makanan dan memiliki pola migrasi sendiri sehingga terkadang bisa dilihat masyarakat ketika muncul ke permukaan.

“Ada beberapa bahkan sempat terbawa arus dan tersangkut di jaring nelayan. Tapi itulah, karena ada kearifan lokal, masyarakat kemudian melepaskannya. Bahkan, kalau tidak mampu, masyarakat juga menghubungi kami untuk membantu melepaskan hewan tersebut,” ujarnya.

Baca juga: KKP gencarkan sosialisasi ajak warga lindungi dugong

Habitat dugong di kawasan taman nasional bagian selatan dapat ditemukan di perairan Desa Arakan, Popareng, Sondaken, Rap-Rap, dan Poopo.

Sementara di kawasan taman nasional bagian utara dapat dijumpai di Pulau Nain.

Faat mengatakan, BTN Bunaken terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pengunjung untuk menjaga kelestarian flora dan fauna yang ada di kawasan pariwisata tersebut.

Baca juga: Penggiat soroti peran padang lamun Indonesia dalam konservasi dugong

“Jadi, ada personel yang tinggal di pos yang namanya kantor resor pengelolaan wilayah. Mereka berkantor di sana, membantu dalam pengawasan kawasan sekaligus juga mengedukasi,” ujarnya.

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    KDM Berikan Bantuan untuk Korban Longsor Desa Cibogo Lembang

    Jakarta – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan bantuan Rp 10 juta per kepala keluarga bagi korban longsor di Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Selain memberikan bantuan berupa…

    Jalan Sudirman-Thamrin Jakpus Mulai Ditutup untuk 'Jakarta Bedug Kolosal'

    Jakarta – Kawasan Jalan Jendral Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat (Jakpus) mulai ditutup sore ini. Penutupan jalan itu dilakukan untuk perayaan Jakarta Bedug Kolosal hingga pawai obor menyambut Idulfitri 1447 H. Pantauan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *