ICRC: Tahap kedua pertukaran tawanan-sandera Hamas-Israel selesai
- Minggu, 26 Januari 2025 11:06 WIB
Gaza, Palestina (ANTARA) – Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) pada Sabtu (25/1) mengumumkan penyelesaian pertukaran tawanan-sandera tahap kedua antara Hamas dan Israel, yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan awal perjanjian gencatan senjata.
Tahap kedua, yang meliputi pembebasan 200 tawanan Palestina dan empat sandera Israel, dilaksanakan setelah prosedur koordinasi dan peninjauan cermat yang dilakukan oleh ICRC, perantara netral yang memastikan kelancaran dan keamanan pelaksanaan pertukaran tersebut, katanya.
Para sandera Israel dipindahkan dengan selamat, dengan mengutamakan kesejahteraan mereka, sedangkan tawanan Palestina dibebaskan dari pusat penahanan Israel dan dibawa ke Gaza dan Tepi Barat setelah ICRC mewawancarai mereka.
Dalam wawancara itu, ICRC memverifikasi identitas mereka, mengevaluasi kondisi kesehatan mereka, dan mengonfirmasi kesiapan mereka untuk bepergian, katanya.
ICRC mendesak dilanjutkannya dialog antara para pihak dan kelanjutan komitmen kemanusiaan mereka, untuk menciptakan kondisi yang diperlukan bagi pelaksanaan operasi yang aman di masa mendatang.
Sebelumnya pada Sabtu yang sama, tentara Israel (Israel Defense Forces/IDF) dan Badan Keamanan Israel (Israel Security Agency/ISA) mengatakan dalam sebuah pernyataan gabungan bahwa empat sandera tentara wanita Israel yang ditawan di Gaza telah diserahkan kepada mereka dan menyeberangi perbatasan ke Israel.
Sementara itu, Abdullah Zaghari, ketua Palestinian Prisoners Club, serta pejabat Palestina di Kegubernuran Ramallah, mengatakan 200 tawanan Palestina telah diserahkan kepada ICRC.
Beberapa tawanan dibebaskan ke Tepi Barat, beberapa menuju Gaza, dan beberapa tiba di Mesir melalui perlintasan Rafah, menurut sejumlah sumber Palestina dan laporan media Mesir.
Tahap pertama dari gencatan senjata selama enam pekan mulai berlaku pada 19 Januari.
Perjanjian gencatan senjata antara Hamas dan Israel dicapai setelah 15 bulan pertempuran sengit, sebagai hasil dari negosiasi yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat.
Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Rekomendasi lain
Mengenal aplikasi Truecaller dan cara menggunakannya
- 23 Juli 2024
Cara praktis transfer saldo OVO ke GoPay
- 9 Agustus 2024
Puasa Ayyamul Bidh, amalan puasa selama setahun dan keutamaannya
- 16 November 2024
Profil Dedi Mulyadi “Putra Subang” calon gubernur Pilkada Jabar 2024
- 3 September 2024
Profil Hasan Basri Sagala, calon wakil gubenur Sumut Pilkada 2024
- 4 September 2024
Lirik lagu “Sekuat Hatimu” Last Child
- 17 September 2024
Rincian gaji TNI berdasarkan golongan dan pangkat terbaru 2024
- 12 Oktober 2024