
BKSDA Mukomuko siaga personel antisipasi konflik baru dengan harimau
- Kamis, 23 Januari 2025 12:59 WIB

Kami tetap siaga dan memantau situasi dan kondisi wilayah, sambil menunggu laporan ada jejak harimau kami cek ke lokasi
Mukomuko (ANTARA) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan situasi dan kondisi wilayah guna mengantisipasi konflik harimau dengan manusia di Kabupaten Mukomuko.
Kepala Resor BKSDA Kabupaten Mukomuko Damin saat dihubungi dari Mukomuko, Kamis, mengatakan saat ini personel BKSDA masih berada di Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, untuk penanganan dan antisipasi konflik harimau di daerah itu.
“Kami tetap siaga dan memantau situasi dan kondisi wilayah, sambil menunggu laporan ada jejak harimau kami cek ke lokasi,” katanya.
BKSDA Bengkulu sebelumnya memasang tiga perangkap setelah seorang warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, bernama Ibnu Oktavianto (22) ditemukan meninggal dunia di kebun kelapa sawit milik Ari Cahyono pada Selasa (7/1) malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Baca juga: Warga Mukomuko tewas di kebun sawit, diduga diterkam harimau
Kemudian satu sapi milik Deden Nurjamil, warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Teras Terunjam yang berbatasan dengan Desa Tunggal Jaya, ditemukan mati akibat dimangsa harimau.
Ia mengatakan untuk sementara ini belum ada jejak harimau yang baru dan belum ada laporan warga melihat keberadaan harimau.
“Kami bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) terkait pemasangan perangkap harimau selama 21 hari,” ujar Damin.
Baca juga: Warga desa di Mukomuko batasi keluar rumah antisipasi serangan harimau
Dia mengatakan saat ini kegiatannya sudah memasuki hari ketujuh, tetapi belum ada pergerakan, dan tidak ada masyarakat yang jumpa jejak baru, tidak ada laporan ternak hilang.
Kendati demikian, kata dia, imbauan untuk masyarakat tetap waspada ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
Dia mengatakan ada permasalahan baru yang terjadi sejak muncul isu harimau berkeliaran membuat warga tidak berani pergi ke kebun dan kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum untuk mencuri buah sawit warga.
Untuk itu ia menyarankan sebaiknya warga tetap harus beraktivitas, hanya kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, karena belum ada kesimpulan terkait konflik harimau.
Baca juga: Petani sawit Mukomuko was-was saat panen, khawatir serangan harimau
Pewarta: Ferri Aryanto
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Tiga perangkap BKSDA belum bisa tangkap harimau di Mukomuko
- 20 Januari 2025
Pemkab Mukomuko ajak semua pihak sinergi cegah konflik harimau
- 14 Januari 2025
BKSDA imbau warga Mukomuko tetap mewaspadai ancaman harimau
- 13 Januari 2025
BKSDA pasang tiga perangkap harimau pemangsa warga Mukomuko
- 11 Januari 2025
BKSDA telusuri pergerakan harimau pemangsa manusia di Mukomuko
- 10 Januari 2025
BKSDA Bengkulu pasang perangkap harimau di Mukomuko
- 8 Januari 2025
Mukomuko berlakukan sekolah daring antisipasi harimau
- 8 Januari 2025
Rekomendasi lain
8 film horor terlaris Indonesia 2024
- 16 September 2024
Ragam gelar sarjana S1 di Indonesia
- 20 September 2024
Perbedaan WhatsApp GB dan WhatsApp resmi
- 9 Oktober 2024
Cara membuat jamu kunyit asam, beras kencur, temulawak
- 8 Agustus 2024
Deretan 5 kota di Indonesia dengan biaya hidup termahal
- 8 Oktober 2024
Lirik lagu Raffa Affar “Tiara”, mudah untuk karaoke
- 23 Juli 2024
Kenali ciri-ciri terkena penyakit ain dan cara menyembuhkannya
- 25 September 2024