
Respons dugaan pungli, Istana: MBG dikelola ketat Badan Gizi Nasional
- Selasa, 21 Januari 2025 11:06 WIB

Jakarta (ANTARA) – Juru Bicara Kantor Kepresidenan, Philips Vermonte memberikan tanggapan terkait dugaan adanya pungutan liar (pungli) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ciledug, Tangerang, yang menuai tanggapan beragam warganet di media sosial.
Philips, usai meninjau Program MBG di SLB Negeri 5, Jakarta Barat, Selasa, menegaskan bahwa program ini sepenuhnya dikelola oleh Badan Gizi Nasional (MBG) dengan sistem dan prosedur yang ketat.
Baca juga: Istana: Program MBG dirancang sebagai inisiatif multi-dekade
“Saya nggak bisa mengomentari apa yang ada di media sosial sementara ini, karena yang jelas kami fokus apa yang dijalankan oleh pemerintah, apa yang jalankan oleh Badan Gizi Nasional. Kami memiliki sistem dan prosedur yang jelas,” ujarnya saat dimintai konfirmasi.
Ia menekankan masyarakat perlu meningkatkan kesadaran terhadap informasi yang beredar di luar jalur resmi.
“Dulu pernah muncul ada janji-janji dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, itu masyarakat diharapkan juga muncul awareness-nya bahwa program ini hanya dikelola oleh Badan Gizi Nasional,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai bukti berupa tangkapan layar terkait dugaan pungli yang beredar di media sosial, Philips menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah fokus menjalankan program yang sudah direncanakan.
Menurutnya, mengelola program sebesar ini membutuhkan perhatian dan energi penuh dari seluruh pihak yang terlibat.
“Hal-hal yang terkait dengan media sosial mudah-mudahan masyarakat menjadi semakin dewasa untuk melihat berita dan informasi,” katanya.
Philips juga mengingatkan bahwa semua informasi resmi terkait dapur gizi dan pelaksanaan program MBG hanya dapat diakses melalui saluran resmi BGN.
Baca juga: Ketum PBNU yakin makanan dalam Makan Bergizi Gratis berkualitas
Baca juga: BGN siapkan makanan yang dapat dibawa ke rumah saat Ramadhan
Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan program ini demi keuntungan pribadi.
Dugaan pungli di salah satu SD di Ciledug, Tangerang, terkait program MBG muncul di sejumlah platform media sosial pada pekan lalu. Orang tua diminta membayar Rp10 ribu untuk membeli tempat makan, sendok, dan garpu.
Salah satunya diunggahan melalui akun X @bacottetangga_ yang menyebut uang tersebut dikumpulkan paling lambat 15 Januari 2025. Program MBG dijadwalkan diterima siswa sekali per bulan dengan wadah makan berwarna khusus sesuai jenjang kelas.
Pewarta: Andi Firdaus, Fathur Rahman
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Pj Bupati OKU minta APJI dukung Program MBG
- 25 menit lalu
Rekomendasi lain
Daftar nama-nama klub sepak bola Indonesia dan asalnya
- 10 September 2024
Daftar aplikasi investasi saham terdaftar dan diawasi OJK
- 8 Agustus 2024
Asal usul Candi Cetho di lereng Gunung Lawu
- 7 November 2024
Lirik lagu “Akhirnya Ku Menemukanmu” – Naff
- 4 September 2024
Kenapa makan daging babi haram dalam Islam?
- 17 September 2024
Lirik lagu “Jangan Ada Dusta di Antara Kita” oleh Broery Marantika
- 2 September 2024
Profil De Gadjah, cagub Gerindra untuk pilkada Bali
- 6 September 2024
Cara unduh dan cetak kartu BPJS Kesehatan
- 24 Juli 2024