TikTok pulih sebagian di AS, namun belum tersedia di toko aplikasi

TikTok pulih sebagian di AS, namun belum tersedia di toko aplikasi

  • Senin, 20 Januari 2025 10:56 WIB
TikTok pulih sebagian di AS, namun belum tersedia di toko aplikasi
Logo platform berbagi video TikTok terlihat di kantornya di Los Angeles, Amerika Serikat. ANTARA/Xinhua/am.

Jakarta (ANTARA) – Platform TikTok dikabarkan mulai pulih di beberapa gawai pengguna di Amerika Serikat (AS) setelah sebelumnya pada Minggu (19/1) sempat ditutup aksesnya setelah Undang-Undang pelarangannya berlaku efektif.

Meski sudah bisa dikembalikan sebagai aksesnya di beberapa pengguna namun aplikasi TikTok masih belum tersedia di toko aplikasi seperti Apps Store milik Apple.

Dikutip dari laporan The Verge, Senin, kembalinya akses TikTok di sebagian pengguna terjadi setelah penutupan akses atau blokir penuh berlangsung selama setengah hari.

Perusahaan tersebut mengatakan sore ini bahwa mereka “sedang dalam proses memulihkan layanan” dan berterima kasih kepada Presiden Terpilih Donald Trump karena “memberikan kejelasan yang diperlukan” untuk melakukannya

Baca juga: TikTok mulai pulihkan layanan di AS setelah dapat jaminan dari Trump

Baca juga: Trump mungkin beri perpanjangan bagi TikTok pada hari pelantikan

Layanan mulai dipulihkan pada hari Minggu sekitar pukul 12 siang waktu AS di aplikasi seluler TikTok dan di web.

Aplikasi tersebut menampilkan pesan yang berbunyi:

“Selamat datang kembali! Terimakasih atas kesabaran dan dukunganna. Sebagai hasil dari upaya President Trump akhirnya TikTok kembali di AS! Anda dapat melanjutkan untuk membuat, membagikan, dan menjelajah berbagai hal yang Anda sukai di TikTok.”

Sebelumnya, memang pada Minggu pagi Trump mengatakan ia bersiap mengeluarkan perintah eksekutif setelah resmi menjabat sebagai Presiden.

Ia mengatakan tidak akan ada masalah bagi perusahaan yang mendukung TikTok bahkan sebelum perintahnya mulai berlaku.

Penyedia hosting TikTok, Oracle, dan mitra CDN-nya, Akamai, telah memulihkan layanan dan mengandalkan janji Trump.

Namun, kembalinya aplikasi tersebut terjadi tanpa dukungan dari Apple dan Google, karena aplikasi tersebut tetap tidak tersedia di toko aplikasi App Store dan Google Play.

Perusahaan-perusahaan tersebut mungkin masih mengikuti aturan dan menghindari risiko melanggar hukum yang melarang TikTok karena mereka berpotensi dikenakan denda besar bagi apabila melanggarnya.

Baca juga: TikTok resmi ditutup di AS setelah diberlakukannya larangan

Baca juga: CEO TikTok berterima kasih kepada Trump

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *