
Jangan sampai buta, deteksi dini glaukoma
- Jumat, 17 Januari 2025 06:53 WIB

Jakarta (ANTARA) – Dikenal sebagai “pencuri penglihatan yang diam-diam,” glaukoma adalah salah satu kondisi mata paling serius yang dapat menyebabkan penglihatan kabur dan akhirnya kebutaan jika tidak ditangani tepat waktu.
Berbeda dengan kondisi mata lainnya, glaukoma sering tidak menunjukkan gejala awal hingga sudah terlambat.
Dalam wawancara dengan HT Lifestyle, Dr. Nirati Srivastava, Konsultan Oftalmologi di Regency Hospital, Kanpur, menjelaskan bagaimana glaukoma memengaruhi mata.
“Glaukoma merusak saraf optik yang mengirimkan pesan visual dari mata ke otak. Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh tekanan tinggi di dalam mata. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen dan, dalam kasus serius, kebutaan total. Glaukoma adalah penyebab ketiga paling umum dari kebutaan di India dan salah satu penyebab utama kebutaan permanen di seluruh dunia,” kata Dr. Nirati, dikutip dari The Hindustan Times, Jumat.
Baca juga: RSUD Tamansari buka skrining gratis untuk katarak dan glaukoma
“Pada awalnya, glaukoma tidak menunjukkan tanda-tanda. Anda mungkin tidak merasakan ada yang salah hingga penyakit ini semakin parah,” lanjutnya.
Berikut beberapa gejala awal yang perlu diperhatikan:
– Penglihatan kabur
– Kesulitan beradaptasi dengan cahaya redup
– Penurunan penglihatan periferal (samping)
– Munculnya lingkaran cahaya di sekitar lampu
– Nyeri mata atau sakit kepala (dalam beberapa kasus)
Baca juga: Ini cara menjaga kualitas hidup dengan glaukoma
Glaukoma lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, tetapi dapat dialami siapa saja. Beberapa faktor risiko, meliputi:
– Berusia di atas 40 tahun
– Riwayat keluarga dengan glaukoma
– Kondisi medis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau migrain
– Cedera atau trauma mata sebelumnya
– Rabun jauh atau rabun dekat
– Kornea yang tipis
– Penggunaan steroid jangka panjang tanpa pengawasan
Baca juga: Dokter sebut pengobatan glaukoma dapat ditanggung BPJS Kesehatan
“Meskipun tidak ada obat pasti untuk glaukoma, deteksi dini dapat mencegah kerusakan penglihatan lebih lanjut. Obat tetes mata, obat oral, perawatan laser, dan operasi adalah metode yang efektif untuk mengatasi kondisi ini. Jika penyakit ini dikenali sejak dini dan pengobatan dijalankan secara disiplin, sebagian besar penderita glaukoma dapat mempertahankan penglihatan yang baik sepanjang hidup mereka,” ungkap Dr. Nirati menambahkan.
Baca juga: Dokter: Edukasi penting untuk cegah kebutaan akibat glaukoma
Baca juga: Dokter spesialis mata bilang kebutaan akibat glaukoma bisa dicegah
Penerjemah: Putri Hanifa
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
RSUD Tamansari buka skrining gratis untuk katarak dan glaukoma
- 27 Agustus 2024
Ini cara menjaga kualitas hidup dengan glaukoma
- 27 April 2024
Rekomendasi lain
PPN 2025 naik jadi 12 persen, ini penjelasannya
- 22 Oktober 2024
Profil Andi Sulaiman, brigjen TNI calon gubernur Kaltara 2024
- 5 September 2024
Model rambut populer untuk pria berwajah bulat
- 20 Agustus 2024
Profil Sulaiman Agusto, Cawagub Pilkada Sulawesi Tengah 2024
- 5 September 2024
Begini cara bayar cicilan Pegadaian lewat BRI m-banking atau BRImo
- 27 September 2024
Liga 4 Jawa Tengah 2024/2025: jadwal, pembagian grup, dan format
- 29 Desember 2024
Profil Rudy Mas’ud, bakal calon gubernur Kaltim di Pilkada 2024
- 4 September 2024
Profil Tri Rismaharini, calon gubernur Jawa Timur di Pilkada 2024
- 4 September 2024