
Presiden Brasil sambut gencatan senjata Gaza, dukung solusi dua negara
- Kamis, 16 Januari 2025 18:06 WIB

Mexico City (ANTARA) – Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan pada Rabu (15/1) antara Israel dan kelompok Hamas, serta pihaknya terus mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.
Melalui akun X miliknya, Lula memuji kabar tersebut dan menekankan pentingnya kedua pihak untuk mematuhi kesepakatan damai.
“Setelah begitu banyak penderitaan dan kehancuran, kabar bahwa gencatan senjata di Gaza akhirnya berhasil dinegosiasikan membawa harapan. Semoga penghentian konflik dan pembebasan para sandera membantu membangun solusi yang langgeng untuk membawa perdamaian dan stabilitas ke seluruh Timur Tengah,” tulisnya.
Kementerian Luar Negeri Brasil juga mengeluarkan pernyataan terkait perkembangan itu.
“Brasil mendesak pihak-pihak terkait untuk menghormati ketentuan dalam kesepakatan dan memastikan penghentian permusuhan secara permanen, pembebasan semua sandera, dan masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza tanpa hambatan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Brasil.
Dalam pernyataan itu, Brasil juga mendesak para pihak terkait menciptakan kondisi yang diperlukan untuk memulai proses mendesak rekonstruksi infrastruktur sipil.
Pernyataan itu juga menyerukan segera dimulai kembali proses perdamaian antara Israel dan Palestina serta menegaskan kembali komitmen Brasil terhadap solusi dua negara.
Brasil mendukung keberadaan “Negara Palestina yang merdeka dan layak, hidup berdampingan secara damai dan aman dengan Israel dalam perbatasan tahun 1967, yang mencakup Jalur Gaza dan Tepi Barat, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.”
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengumumkan keberhasilan mediator dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.
Implementasi kesepakatan ini akan dimulai pada hari Minggu mendatang, mengakhiri 15 bulan perang di wilayah tersebut.
Sejak 7 Oktober 2023, serangan militer Israel di Gaza telah merenggut lebih dari 46.600 nyawa, mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, meskipun Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata segera.
Sumber: Anadolu
Baca juga: RI desak implementasi konkret gencatan senjata di Jalur Gaza
Baca juga: Israel dan Hamas capai kesepakatan, apa itu gencatan senjata?
Baca juga: Hamas puji negara-negara pendukung Palestina, termasuk Indonesia
Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Keuntungan dan potensi kerugian Indonesia gabung BRICS
- 10 Januari 2025
UFC akhiri kerja sama penyiaran pertarungan MMA di Brasil
- 9 Januari 2025
Penjualan GWM meningkat 154 persen di Brasil selama 2024
- 9 Januari 2025
Persija Jakarta resmi datangkan bek Brasil Pablo Andrade
- 6 Januari 2025
Rekomendasi lain
Daftar pemain Timnas U-20 dan jadwal kualifikasi Piala Asia U-20 2025
- 25 September 2024
Rincian kekayaan Cawagub Sumatera Barat Vasko Ruseimy menurut LHKPN
- 20 November 2024
Mengenal dan cara menggunakan kode SWIFT Bank BRI
- 1 Agustus 2024
Mengenal sosok tujuh Pahlawan Revolusi
- 24 September 2024
Profil Andika Perkasa, cagub Jateng yang diusung PDIP
- 3 September 2024
Profil Andi Sudirman Sulaiman cagub Sulawesi Selatan 2024
- 5 September 2024