
Guru Besar UI: Pemodelan spasial dukung pembangunan berkelanjutan
- Kamis, 16 Januari 2025 13:03 WIB

Depok (ANTARA) – Guru Besar Tetap Bidang Pemodelan Spasial Penggunaan Lahan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Drs Supriatna mengatakan pemodelan spasial untuk dukung pembangunan berkelanjutan.
“Ilmu geografi, khususnya pemodelan spasial, dapat memberikan hasil riset yang bernuansa holistik, multi, dan interdisiplin, sehingga ilmu ini sangat relevan dengan kemajuan zaman,” katanya di Depok, Kamis.
Menurut dia, geografi bersifat multidisiplin yang di dalamnya terlingkup berbagai disiplin ilmu, baik ilmu alam maupun ilmu sosial, sehingga ilmu geografi adalah induk dari segala ilmu pengetahuan atau mother of all sciences.
“Ilmu geografi sebagai ilmu yang mengkaji spasial (ruang) berperan banyak dalam proses pengembangan transdisciplinary bagi pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Dalam mengkaji ruang, model spasial adalah alat penting untuk mengeksplorasi faktor pendorong penggunaan lahan, mendukung perencanaan kota dan pembuatan kebijakan, serta menilai dampak ekologis.
Pemodelan spasial merupakan salah satu teknik yang sering diterapkan untuk mempelajari dinamika tutupan lahan.
“Sayangnya, meski sudah banyak diterapkan, pemanfaatan pemodelan spasial belum maksimal,” katanya.
Baca juga: INASA-BRIN: Data geospasial Indonesia jadi tantangan mitigasi bencana
Menurut Prof. Supriatna, urbanisasi dan pertumbuhan penduduk yang meningkat membuat perubahan tutupan lahan dan penggunaan lahan semakin signifikan.
Hal ini menyebabkan masalah lingkungan, seperti kurangnya lahan pertanian dan hilangnya keanekaragaman hayati yang berpengaruh terhadap pembangunan berkelanjutan.
Untuk itu, pemantauan perubahan tutupan lahan penting dilakukan untuk mengungkap dinamika perubahan lahan global, perubahan iklim, sistem lahan dan kelestarian ekosistem, serta memprediksi masa depan.
Pemodelan spasial, khususnya dinamika spasial, menjadi alat penting dalam memprediksi perubahan dan membantu perencanaan tata ruang yang lebih efektif.
Dengan menggabungkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan sistem dinamis, model ini memberikan solusi inovatif untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan keberlanjutan lingkungan.
Beberapa model bahkan dikembangkan yang mencakup algoritma salinitas untuk perairan estuary, pemodelan perubahan garis pantai, hingga deteksi sumber daya alam seperti hidrokarbon dan geotermal.
Penelitian yang dilakukannya mencakup model daya dukung lahan yang menilai keseimbangan antara pertumbuhan penduduk, pembangunan wilayah, dan ketersediaan sumber daya alam.
Risetnya meliputi perubahan garis pantai, potensi sumber daya laut, dan dampak perubahan iklim. Salah satu kontribusi inovatif adalah Algoritma Cimandiri yang digunakan untuk menentukan batas estuary menggunakan data salinitas dari citra satelit.
Baca juga: Pemanfaatan sistem informasi geografis di perusahaan makin meluas
Baca juga: BIG targetkan peta skala besar 1:5.000 rampung dalam tiga tahun
Pewarta: Feru Lantara
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Guru Besar UI kaji ilmu sosiologi di era teknologi nanopartikel
- 22 Desember 2024
Guru besar UI ingatkan perlunya deteksi dini cepat penyakit DBD
- 16 Desember 2024
Guru besar UI sampaikan strategi penanganan penyakit jamur
- 14 Desember 2024
Rekomendasi lain
IKN: pengertian, lokasi, dan tujuan pembangunannya
- 13 Agustus 2024
Lirik lagu Panbers – “Gereja Tua”, populer dari 1970 hingga kini
- 2 September 2024
Doa agar terhindar dari penyakit ain
- 25 September 2024
Begini cara transfer saldo GoPay ke DANA dan sebaliknya
- 9 Agustus 2024
TNI AD buka pendaftaran Tamtama PK gelombang I 2025, simak syaratnya
- 28 Desember 2024
Cara membuat jamu kunyit asam, beras kencur, temulawak
- 8 Agustus 2024
Cek pajak kendaraan online di Jakarta
- 20 Agustus 2024
Cara cek KTP online dengan mudah
- 2 Agustus 2024
Lirik lagu “End of The Road” dari Boyz II Men
- 25 Agustus 2024