
PGE sebut fokus kerja sama dengan Kenya melalui GDC
- Rabu, 15 Januari 2025 04:31 WIB

Abu Dhabi (ANTARA) – Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Yurizki Rio menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kenya terkait eksplorasi dan pengembangan, PGE ingin fokus pada kerja sama dengan Geothermal Development Company (GDC).
GDC merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kenya yang bergerak di bidang energi.
“Tadinya kan ada dua entitas di Kenya, yang satu itu swasta (Africa Geothermal International Limited/AGIL), satunya seperti BUMN-nya Kenya. Kami mau fokus oleh entitas yang memang seperti BUMN-nya Kenya,” ucap Yurizki kepada ANTARA ketika ditemui di sela-sela Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW) yang digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Selasa.
Baca juga: PGE bidik Lumut Balai II beroperasi April dengan kapasitas 55 MW
Yurizki menjelaskan bahwa kerja sama dengan Kenya tidaklah berbentuk penggabungan atau akuisisi, tetapi berbentuk eksplorasi bersama dan pengembangan bersama lapangan geothermal (panas bumi).
Sampai saat ini, kata dia, kerja sama tersebut masih berproses.
Ketika disinggung mengenai perluasan ke tingkat internasional, Yurizki menjelaskan PGE sedang fokus pada internal dan pertumbuhan organik perusahaan.
Sebab, menurut dia, berdasarkan penilaian untuk beberapa aset geothermal yang berada di dalam negeri ataupun di luar negeri, belum ada yang sesuai dengan keinginan PGE.
“Belajar dari pengalaman 2–3 tahun terakhir, pada saat kita mau melakukan akuisisi ke perusahaan domestik ataupun yang ada di luar negeri, sampai saat ini belum ketemu yang sesuai,” ucap Yurizki.
Baca juga: PGE: Panas bumi dapat jadi tulang punggung capai swasembada energi
Meskipun demikian, PGE tidak menutup kemungkinan apabila memang ada aset yang menarik untuk dipelajari lebih jauh.
“Kami pasti akan melakukan itu. Kami tidak menutup kemungkinan ekspansi ke tingkat internasional,” tuturnya.
Pada pertengahan 2024, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menyampaikan terdapat potensi sebesar 10 ribu megawatt (MW) di Kenya, yang bermuara pada rencana eksplorasi dua blok sumber energi panas bumi atau geotermal di Kenya.
Eksplorasi lapangan panas bumi itu dilakukan atas kerja sama cucu usaha BUMN Pertamina, yakni Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan Africa Geothermal International Limited (AGIL) di blok Longonot, serta Geothermal Development Company (GDC) untuk pengembangan di Blok Suswa.
Baca juga: Pertamina Geothermal Energy dibidik kuasai pasar internasional
Baca juga: PGE jalin kerja sama dengan 2 universitas tingkatkan kapasitas SDM
Baca juga: PGE sebut panas bumi merupakan energi terbarukan paling potensial
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Wapres bidik peluang kerja sama geotermal RI-Selandia Baru
- 29 Februari 2024
PGE borong penghargaan keselamatan dan lingkungan Kementerian ESDM
- 11 Desember 2022
PLN-Star Energy kerja sama infrastruktur kendaraan listrik
- 17 November 2022
Djibouti ingin kerja sama geothermal dengan Indonesia
- 14 Maret 2019
Rekomendasi lain
Berapa jumlah soal dan bobot nilai seleksi PPPK 2024?
- 3 September 2024
Daftar nama-nama klub sepak bola Indonesia dan asalnya
- 10 September 2024
Daftar film bioskop yang akan rilis di akhir tahun 2024
- 15 September 2024
Berapa minimal top up di aplikasi DANA untuk setiap metode?
- 19 Agustus 2024
Menonton film porno dosa? Ini hukumnya dalam Islam
- 21 September 2024
Cara mengaktifkan kartu Telkomsel yang hangus
- 17 Juli 2024
iPhone 16 sudah masuk Indonesia? Segini harganya!
- 23 Desember 2024
Formasi CPNS Kementerian ATR/BPN 2024
- 23 Agustus 2024
Apa itu CroxyProxy? Berikut pengertian dan manfaatnya
- 15 Agustus 2024