
Angka stunting di Kabupaten Bogor turun 20 persen
- Rabu, 15 Januari 2025 00:00 WIB

Ini sangat menggembirakan apresiasi dari tim penilai laporan hasil evaluasi kinerja Penjabat Bupati Bogor periode Triwulan 1 kategori baik
Kabupaten Bogor (ANTARA) – Angka stunting di Kabupaten Bogor Jawa Barat menurun hingga 20 persen dari 27,6 persen menjadi 7,49 persen.
Hal itu disampaikan Penjabat Bupati Bogor Bachril Bakri saat membacakan laporan kinerja periode triwulan I (sejak menjabat pada September 2024) di Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Itjen Kemendagri) RI Jakarta, Selasa.
“Stunting kita turun luar biasa dari 27,6 persen, pada saat sekarang berdasarkan SSGI -Survei Status Gizi Indonesia- 2024 di angka 7,49 persen, turunnya mencapai 20 persen lebih, angka luar biasa,” ujarnya.
Angka tersebut sesuai dengan hasil SGGI yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan RI hingga akhir Desember 2024.
Awal dia menjabat di Kabupaten Bogor pada 26 September 2024, angka stunting Kabupaten Bogor tercatat 27,6 persen berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), yang juga dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI hingga akhir 2023. Angka tersebut menempatkan Kabupaten Bogor dengan stunting urutan tertinggi kedua di Provinsi Jawa Barat.
Selain capaian penanganan stunting, Bachril juga memaparkan beberapa capaian lain dalam 10 program prioritas, yakni aspek pengendalian inflasi, aspek percepatan penurunan stunting, aspek pembinaan pengelolaan BUMD, aspek optimalisasi pelayanan publik.
Kemudian, aspek penurunan angka pengangguran terbuka, aspek penurunan angka kemiskinan ekstrem, aspek peningkatan layanan dan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Bogor, aspek realisasi penyerapan anggaran, aspek kegiatan unggulan, serta aspek peningkatan kemudahan pelayanan perizinan.
Bachril menyebutkan, secara umum hasil data laporan yang disampaikan dinilai termasuk kategori baik yang didukung dengan kelengkapan data-data mumpuni sesuai dengan yang dibutuhkan.
Laporan hasil evaluasi kinerja Penjabat Bupati Bogor periode Triwulan I ini mendapatkan apresiasi karena realisasi penyerapan anggaran bisa melebihi target yang ditargetkan Kemendagri RI.
“Realisasi penyerapan anggaran belanja kita di angka 95,12 persen, sementara realisasi pendapatan mencapai 100,1 persen. Ini prestasi yang luar biasa. Dari segi data capaian kita di beberapa aspek juga sangat luar biasa,” kata Bachril.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Badan yang telah bersama-sama bekerja sehingga bisa mencapai hasil terbaik dan mendapat penilaian kategori baik.
Sementara, Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika turut mendampingi Pj Bupati Bogor dalam menyampaikan laporan hasil evaluasi kinerja Penjabat Bupati Bogor periode Triwulan I selama Bachril Bakri bertugas di Kabupaten Bogor itu.
“Kita sampaikan secara umum before dan afternya apa yang sudah dilakukan dan capaian apa yang sudah diraih dengan hasil yang baik terutama di 10 aspek prioritas,” kata Ajat.
“Ini sangat menggembirakan apresiasi dari tim penilai laporan hasil evaluasi kinerja Penjabat Bupati Bogor periode Triwulan 1 kategori baik. Meski demikian kita juga diberikan masukan dan saran yang bermakna untuk ke depan kita bisa lebih baik lagi,” tambahnya. (KR-MFS)
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
IKA UII Kaltim bantu turunkan stunting melalui rekayasa sosial
- 12 Januari 2025
Angka stunting di Kabupaten Bogor turun drastis jadi 7,81 persen
- 10 Januari 2025
Rekomendasi lain
Daftar susunan acara dalam resepsi pernikahan
- 30 Juli 2024
Cara atasi kartu ATM BRI terblokir tanpa harus ke bank
- 1 Agustus 2024
Cara cek Kartu Keluarga secara online
- 19 Agustus 2024
Deretan 5 kota di Indonesia dengan biaya hidup termahal
- 8 Oktober 2024
Profil Surya, pendamping Bobby Nasution di Pilkada Sumut 2024
- 4 September 2024
Lirik lagu “Garuda Pancasila”
- 31 Juli 2024
Profil Hanif Faisol Nurofiq, kandidat menteri di kabinet Prabowo
- 16 Oktober 2024
Berapa jam perbedaan WIB, WITA, dan WIT? Ini penjelasannya
- 9 Oktober 2024
Cara menghitung skor SKD dan SKB berdasarkan bobot penilaian
- 15 Desember 2024