Anggota DPR ingatkan pentingnya evaluasi & perbaikan Program MBG

Anggota DPR ingatkan pentingnya evaluasi & perbaikan Program MBG

  • Rabu, 15 Januari 2025 15:03 WIB
Anggota DPR ingatkan pentingnya evaluasi & perbaikan Program MBG
Ilustrasi: Penampakan menu perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Senin (13/1-2024). ANTARA/Nirkomala.

Pemerintah perlu memprioritaskan perbaikan infrastruktur untuk memastikan makanan sampai dengan kualitas yang baik

Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mengingatkan pemerintah mengenai pentingnya pelaksanaan evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama sepekan.

“Menu makanan harus lebih bervariasi, demikian pula kualitas rasanya perlu diperhatikan agar penerima MBG antusias dan tujuan pemberian MBG tercapai, mengingat program ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi masyarakat,” kata Netty memaparkan temuan dalam implementasi Program MBG seperti dikutip dari keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Dia mengharapkan beragam persoalan dan kendala dalam pelaksanaan Program MBG dapat segera diatasi, sehingga ke depannya implementasi program itu dapat menjadi semakin baik.

Lebih lanjut, kata Netty, ditemukan sejumlah laporan dari masyarakat, antara lain adanya sisa makanan yang cukup banyak di beberapa sekolah karena siswa tidak menghabiskan makanan.

Baca juga: Pemerintah siapkan evaluasi, ukur dampak MBG ke penerima manfaat

Untuk perbaikan ke depan, lanjut dia, pihak penyedia makan bergizi gratis perlu melakukan survei menu makanan yang tidak disukai siswa.

“Penyedia MBG perlu melakukan survei menu-menu apa saja yang tidak disukai murid, sajikan porsi yang proporsional, makanan yang harus dalam kondisi hangat dan kreativitas penyajian seperti menu-menu dengan warna dan bentuk yang disukai oleh anak-anak,” ucapnya.

Kendala lain yang menjadi perhatian, lanjut Netty, adalah mengenai infrastruktur yang belum memadai di sejumlah daerah. Dia mengatakan beberapa wilayah mengalami keterbatasan dalam penyimpanan dan distribusi makanan untuk Program MBG.

Dengan demikian, menurut Netty, pemerintah perlu memprioritaskan perbaikan infrastruktur.

Baca juga: PCO paparkan evaluasi Program MBG terkait menu dan pemberdayaan UMKM

“Pemerintah perlu memprioritaskan perbaikan infrastruktur untuk memastikan makanan sampai dengan kualitas yang baik,” katanya.

Masalah lain yang dipaparkan adalah sistem reimburse dalam pembiayaan program, dimana penyedia makanan harus mengeluarkan dana pribadi terlebih dahulu sebelum mendapatkan penggantian dari pemerintah.

Hal ini, kata Netty, berpotensi memberatkan penyedia, terutama mereka yang memiliki keterbatasan modal. “Oleh sebab itu perlu dikawal ke depannya dan dipastikan agar hak-hak penyedia makanan yang sebagian adalah UMKM dapat dipenuhi dengan baik,” ujar Netty Prasetiyani.

Baca juga: Anggota DPR ungkap harapan Program MBG dongkrak kualitas pendidikan RI

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *