Lebih dari 52.000 warga menyeberang dari Yordania kembali ke Suriah

Lebih dari 52.000 warga menyeberang dari Yordania kembali ke Suriah

  • Senin, 13 Januari 2025 00:21 WIB
Lebih dari 52.000 warga menyeberang dari Yordania kembali ke Suriah
Kementerian Dalam Negeri Yordania pada Sabtu (11/1/2025) menyatakan bahwa 52.406 warga Suriah telah kembali ke Tanah Air mereka sejak lengsernya Bashar al-Assad dari kekuasaan di Suriah pada 8 Desember lalu. /ANTARA/Anadolu/py

Amman, Yordania (ANTARA) – Kementerian Dalam Negeri Yordania pada Sabtu (11/1) menyatakan bahwa 52.406 warga Suriah telah kembali ke Tanah Air mereka sejak lengsernya Bashar al-Assad dari kekuasaan di Suriah pada 8 Desember lalu.

Stasiun TV resmi Yordania, Al-Mamlaka, mengutip pernyataan Kementerian Dalam Negeri yang menyebutkan bahwa para pengungsi tersebut menyeberang dari Yordania menuju Suriah melalui pos perbatasan Jaber-Nassib, yang telah dibuka sejak 8 Desember.

Pernyataan tersebut menambahkan bahwa total 11.315 pengungsi Suriah yang terdaftar di Yordania juga menyeberang perbatasan, sementara yang akan kembali lainnya adalah warga Suriah yang bukan pengungsi, termasuk mereka yang datang dari luar Yordania untuk menyeberang ke Suriah.

Yordania, yang menampung 1,3 juta warga Suriah, merupakan salah satu negara yang paling terdampak akibat konflik di Suriah.

Hampir setengah dari populasi Suriah di Yordania terdaftar sebagai pengungsi, sementara sisanya memasuki negara tersebut sebelum dimulainya konflik pada 2011, melalui hubungan keluarga, pernikahan, atau hubungan bisnis.

Yordania dan Suriah berbagi dua pos perbatasan utama.

Pos perbatasan Al-Gomruk Al-Qadim, yang dikenal sebagai Ramtha di sisi Yordania, telah tidak beroperasi selama bertahun-tahun karena konflik Suriah. Pos lainnya adalah pos perbatasan Nassib-Jaber.

Bashar Assad, pemimpin Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia setelah kelompok anti-rezim menguasai Damaskus pada 8 Desember.

Hal itu sekaligus mengakhiri pemerintahan rezim Partai Baath yang telah berkuasa sejak 1963.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Kaja Kallas: Pelonggaran sanksi terhadap Suriah masuk agenda Uni Eropa

Baca juga: PM sementara Lebanon gelar pembicaraan dengan pemimpin de facto Suriah

Penerjemah: Primayanti
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    14 Kata-kata Minal Aidin wal Faizin, Yuk Rayakan Lebaran 2026!

    Jakarta – Kata-kata yang sering diucapkan saat halal bihalal Idul Fitri adalah “Minal Aidin wal Faizin“. Menurut situs NU Online, Minal Aidin wal Faizin artinya termasuk dari orang-orang yang kembali…

    Pengedar di Jakpus Sembunyikan Sabu 26,7 Kg di Ban Mobil yang Diangkut Towing

    Jakarta – Polisi menangkap pengedar narkoba jaringan Medan-Jakarta berinisial K di Jakarta Pusat (Jakpus). Modusnya, pelaku menyembunyikan 26,7 kilogram sabu di dalam mobil Pajero Sport yang diangkut towing. “Modus yang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *