China gelar eksperimen salju buatan berbantuan drone di Xinjiang

China gelar eksperimen salju buatan berbantuan drone di Xinjiang

  • Senin, 13 Januari 2025 11:03 WIB
China gelar eksperimen salju buatan berbantuan drone di Xinjiang
Foto yang diambil pada 20 Oktober 2024 ini menunjukkan pemandangan Pegunungan Kunlun seperti yang digambarkan di Kabupaten Akto, Prefektur Otonomi Kirgiz Kizilsu di Daerah Otonomi Uygur Xinjiang, China barat laut. ANTARA/Xinhua/Ding Lei

Urumqi, China (ANTARA) – Untuk pertama kalinya, China menggunakan pesawat nirawak (drone) untuk melakukan eksperimen peningkatan salju buatan pada Jumat (10/1) di Pegunungan Kunlun di Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, demikian dilansir China Science Daily.

Area operasi berlokasi di ketinggian 3.500 meter, dengan kadar oksigen yang rendah menimbulkan tantangan bagi penyebaran katalis, ungkap Yan Jianchang, direktur pusat modifikasi cuaca Xinjiang.

Untuk mengatasi kesulitan tersebut, drone dilengkapi dengan suar asap penambah air berdurasi sangat panjang, dan berhasil melakukan eksperimen penyalaan pembakaran penuh dari suar asap pada ketinggian 4.200 meter, sehingga melepaskan katalis, ujar Yan.

Drone juga dilengkapi dengan sensor dan perangkat berpresisi tinggi yang memungkinkan pemosisian akurat, pemantauan waktu nyata (real-time), dan pengukuran presisi di area operasi. Semua fungsi ini diuji dalam eksperimen tersebut.

Pusat modifikasi cuaca Xinjiang telah melakukan 23 pengamatan awan dan curah hujan serta eksperimen peningkatan hujan dan salju menggunakan drone berukuran besar dan sedang sejak awal 2024.

Total durasi penerbangan mencapai 46 jam, dengan setiap operasi berlangsung lebih dari satu setengah jam.

Pengalaman dari eksperimen awal ini meletakkan landasan yang kuat untuk keberhasilan eksperimen pertama di Pegunungan Kunlun.

Pegunungan Kunlun berperan sebagai sumber air yang sangat penting di China barat. Operasi peningkatan hujan (salju) buatan yang ilmiah dan efektif dapat mengisi kembali sumber daya air permukaan dan air tanah, sehingga memberikan jaminan yang lebih besar untuk irigasi pertanian, penggunaan air industri, dan pasokan air perumahan.

Selain itu, operasi semacam ini memiliki dampak ekologis yang positif, termasuk memperbaiki ekosistem gurun, meningkatkan cakupan vegetasi, dan meredam cuaca debu.

Pewarta: Xinhua
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *