
Hongaria: Sanksi energi AS akan kerek harga bahan bakar di Eropa
- Minggu, 12 Januari 2025 22:57 WIB

Moskow (ANTARA) – Sanksi baru yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap sektor energi Rusia dan Serbia berpotensi mengerek harga bahan bakar di Eropa, kata Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto pada Minggu (12/1).
“Pemerintahan AS yang akan berakhir, yang mengalami kekalahan serius dalam pemilihan presiden, baru-baru ini memperkenalkan paket sanksi baru di sektor energi,” kata Szijjarto dalam pesan video di media sosial.
“Sanksi-sanksi semacam ini sekali lagi menciptakan masalah besar bagi Eropa Tengah… bisa menimbulkan lonjakan harga bahan bakar,” kata dia, menambahkan.
Menurut Szijjarto, AS memasukkan perusahaan minyak Rusia-Serbia, NIS, ke dalam daftar perusahaan yang terkena sanksi.
Di perusahaan itu, raksasa energi Rusia Gazprom Neft memiliki saham sebesar 56,15 persen, sehingga sanksi diperkirakan akan membuat pasar Eropa kekurangan pasokan minyak dan mengerek harga komoditas itu.
Szijjarto mengatakan negaranya akan bekerja secara intensif dengan para mitra regional untuk meminimalkan dampak buruk dari sanksi AS tersebut.
“Kami akan berbicara intensif dengan mitra-mitra regional kami dalam beberapa hari dan pekan mendatang untuk meminimalkan dampak sanksi energi AS terhadap kenaikan harga bahan bakar,” kata dia.
AS pada Jumat memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 200 perusahaan dan individu yang terkait dengan sektor energi Rusia serta lebih dari 180 kapal yang terlibat dalam transportasi energi.
Sanksi itu bertujuan membatasi akses Rusia ke pasar internasional dan mengurangi pendapatan negara itu dari ekspor minyak dan gas.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Hongaria sebut penghentian transit gas berdampak buruk bagi daya saing UE
Baca juga: PM Hongaria klaim serangan teroris di Eropa terkait krisis migran
Penerjemah: Primayanti
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Sudan sambut sanksi AS terhadap pemimpin paramiliter
- 9 Januari 2025
Kemarin, pengawasan tender MBG hingga sanksi bagi Apple
- 9 Januari 2025
Rekomendasi lain
Apa itu DWP? Festival musik elektronik yang tengah jadi sorotan
- 25 Desember 2024
Gaji pokok PNS Gol III 2024
- 7 Agustus 2024
Sosok Dody Hanggodo, Menteri PU dari kalangan profesional
- 21 Oktober 2024
Profil De Gadjah, cagub Gerindra untuk pilkada Bali
- 6 September 2024
Apakah main saham haram dalam Islam?
- 8 Agustus 2024
Rincian tarif Tol Cisumdawu
- 15 Agustus 2024