
Menag minta tokoh agama kritis tapi tidak mudah terprovokasi
- Sabtu, 11 Januari 2025 02:06 WIB

Negara-negara Muslim mayoritas lain sering datang ke Indonesia untuk belajar bagaimana menjaga kerukunan. Ini adalah aset terbesar kita.
Makassar (ANTARA) – Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meminta tokoh agama kritis tetapi tetap menjaga agar tidak mudah terprovokasi karena tokoh agama kunci keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Di sini peran pentingnya tokoh agama menjaga kerukunan umat beragama sebagai kunci utama keutuhan NKRI,” kata Nasaruddin di Makassar, Jumat.
Pada acara Temu Tokoh Agama dan Pembinaan ASN Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Menag mengingatkan bahaya provokasi yang dapat merusak kerukunan umat beragama.
Menurut dia, ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan perbedaan untuk memecah belah bangsa.
Baca juga: Kemenag buka program PPG bagi 269 ribu guru mulai Maret 2025
Baca juga: Menag tetapkan Kabupaten Wajo tuan rumah MQK 2025
“Satu-satunya cara untuk menghancurkan Indonesia adalah dengan mengadu domba umat beragama. Jika kita solid, tidak ada kekuatan apapun yang mampu memecah NKRI,” ujar Nasaruddin.
Menag juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh provokasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Hati-hati, jangan sampai mereka diperalat oleh kekuatan yang ingin menghancurkan Indonesia. Kerukunan umat beragama adalah kekuatan utama bangsa ini,” ujarnya.
Menag menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara mayoritas Muslim paling stabil di dunia. Kerukunan umat beragama menjadi faktor utama yang membuat Indonesia mampu bertahan dari berbagai tantangan, termasuk krisis ekonomi dan konflik politik.
“Negara-negara Muslim mayoritas lain sering datang ke Indonesia untuk belajar bagaimana menjaga kerukunan. Ini adalah aset terbesar kita. Selama umat beragama kompak, Indonesia akan tetap kuat,” ucapnya.
Dia lalu mengajak seluruh tokoh agama untuk terus merawat persatuan dan tidak mudah memojokkan satu sama lain.
Dengan menjaga kerukunan, Indonesia tidak hanya menjadi model harmoni beragama di dunia, tetapi juga menjaga kekuatan dan martabat NKRI.*
Baca juga: Menag tekankan pentingnya efisensi dalam penggunaan biaya haji
Baca juga: Menag sebut wacana libur sekolah saat Ramadhan masih dikaji
Pewarta: Suriani Mappong
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Menag sebut wacana libur sekolah saat Ramadhan masih dikaji
- 8 Januari 2025
Kemenag tegaskan komitmennya dalam mendukung Asta Cita
- 3 Januari 2025
Menag pesan ke Itjen berani ungkap kebenaran
- 2 Januari 2025
Transformasi layanan Kemenag dan beban kerja yang berkurang
- 30 Desember 2024
Kemenag usulkan biaya haji Rp93,3 juta per orang
- 30 Desember 2024
Rekomendasi lain
Cara buka rekening BNI, lebih mudah lewat mobile banking
- 1 Agustus 2024
Rincian tarif Tol Cisumdawu
- 15 Agustus 2024
Lirik lagu “Tanah Airku” karya Ibu Sud
- 5 Agustus 2024
7 negara termiskin di dunia pada 2024
- 16 Agustus 2024
Profil Tri Rismaharini, calon gubernur Jawa Timur di Pilkada 2024
- 4 September 2024