
BBMKG Denpasar ungkap rossby ekuator pengaruhi hujan di Bali
- Jumat, 10 Januari 2025 11:58 WIB

Denpasar (ANTARA) – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengungkapkan gelombang rossby ekuator mempengaruhi hujan di Bali untuk prakiraan cuaca pada 10-12 Januari 2025.
“Gelombang rossby ekuatorial terpantau berada di wilayah Bali yang mengindikasikan kondisi mendukung terbentuknya awan hujan,” kata Kepala BBMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho di Denpasar, Bali, Jumat.
Baca juga: BMKG: Waspadai ancaman sambaran petir akibat gelombang Rossby
Menurut BMKG, gelombang rossby ekuator adalah gelombang atmosfer yang bergerak dari arah barat di sekitar ekuator.
Ketika gelombang tersebut terpantau aktif, dapat menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilewati.
Selain akibat gelombang rossby ekuator, cuaca hujan di Bali juga dipengaruhi indeks El Nino Osilasi Selatan (ENSO) bernilai minus 0,83 yang berpengaruh terhadap peningkatan pola awan konvektif yang mendorong potensi hujan.
Kemudian, ada juga belokan angin yang terjadi di wilayah Bali yang meningkatkan potensi pembentukan awan hujan
Sedangkan suhu muka laut di sekitar wilayah Bali umumnya berkisar 29-30 derajat Celcius dan massa udara basah terkonsentrasi mulai dari lapisan permukaan hingga 200 milibar atau 12.000 meter.
BBMKG Denpasar memetakan wilayah perairan, di antaranya Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, dan Selat Lombok bagian selatan diperkirakan memiliki gelombang laut hingga 1,5 meter.
Sedangkan perairan selatan Bali diperkirakan mencapai dua meter dengan kecepatan angin diperkirakan hingga mencapai 37 kilometer per jam yang bertiup dari arah barat-utara.
Baca juga: BBMKG: Gelombang MJO fase empat pengaruhi hujan di Bali
Baca juga: BBMKG terbitkan peringatan dini siaga curah hujan tinggi di Bali
Kondisi angin dan gelombang laut berisiko terhadap keselamatan pelayaran, berdasarkan pengamatan BBMKG Denpasar.
Adapun pengguna perahu nelayan diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Kemudian, operator kapal tongkang dianjurkan waspada saat angin berkecepatan lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Sedangkan operator kapal feri diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
BMKG: Siklon 98S picu gelombang tinggi di Jatim-Bali
- 30 Desember 2024
BMKG: Waspadai gelombang tinggi saat libur Natal di pantai Kalsel
- 26 Desember 2024
Rekomendasi lain
Profil Andi Sudirman Sulaiman cagub Sulawesi Selatan 2024
- 5 September 2024
Kisah Mayor Teddy: Dari ajudan hingga sekretaris kabinet
- 21 Oktober 2024
Limit saldo ATM BRI berdasarkan jenis kartunya
- 1 Agustus 2024
Cara beli tiket Pelni online, mudah dan praktis lewat hp
- 12 Agustus 2024
Segudang keutamaan menikahi janda dalam Islam
- 13 September 2024
Lirik lagu Dewa 19 – “Separuh Nafas”
- 9 Agustus 2024
Cara cek nomor akta nikah secara online
- 30 Juli 2024
Asal-usul sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945 dan tujuannya
- 6 November 2024
Ini 17 menteri Jokowi yang dipanggil Prabowo ke Kertanegara
- 16 Oktober 2024