
East Venture bidik empat sektor utama pada 2025
- Selasa, 7 Januari 2025 12:03 WIB

Jakarta (ANTARA) – East Ventures, salah satu perusahaan modal ventura asal Indonesia, mengumumkan fokus strategisnya pada empat sektor utama yang akan menjadi prioritas investasi pada 2025.
Head of Corporate Communications East Ventures Pheseline Felim mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Pandangan East Ventures terhadap teknologi digital sebagai salah satu katalis dari apa yang telah dibangun selama 15 tahun terakhir terbukti benar.
“Indonesia masih perlu memiliki ekosistem yang lebih baik dan dapat mendorong pertumbuhan bisnis lokal. East Ventures berharap dapat melihat lebih banyak lagi kebijakan yang mendukung lanskap startup Indonesia, serta investasi dan inovasi kreatif dari para pengusaha lokal,” kata Pheseline dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Adapun sektor yang difokuskan, pertama perusahaan rintisan (startup) berbasis kecerdasan artifisial (AI). Pada sektor ini, East Ventures memproyeksikan pertumbuhan signifikan dalam adopsi teknologi kecerdasan buatan.
Generative AI (GenAI) akan menjadi tulang punggung transformasi di berbagai industri. Pada 2025, sekitar 25 persen bisnis diperkirakan mulai mengimplementasikan agen AI, dan angka ini bisa mencapai 50 persen pada 2027.
Kedua, inovasi kesehatan. Di sektor kesehatan, East Ventures terus mendukung pengembangan startup yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan layanan kesehatan.
Melalui kolaborasi seperti Health Innovation Sprint Accelerator (HISA) 2024, perusahaan ini mendorong penggunaan AI dalam diagnosis real-time dan pengembangan perawatan yang dipersonalisasi.
Ketiga, teknologi Iklim. Teknologi iklim tetap menjadi fokus penting, dengan perhatian pada optimalisasi energi terbarukan dan penghitungan karbon.
Pada bulan April 2024, East Ventures kembali meluncurkan Laporan Keberlanjutan tahunannya, yang menunjukkan upaya dan kemajuan berkelanjutan dalam mengintegrasikan kerangka kerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) dalam operasi perusahaan dan di seluruh ekosistem East Ventures.
Bersama dengan Kadin Indonesia, East Ventures juga meluncurkan Emission Calculator & Visualization Southeast Asia (ECOVISEA), kalkulator gas rumah kaca berbasis web gratis. Berkat inisiatif ini, East Ventures sekali lagi diakui dalam daftar FORTUNE Indonesia Change the World.
Kompetisi Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) yang sangat dinanti juga kembali hadir tahun lalu, di mana East Ventures kembali berkolaborasi dengan Temasek Foundation. Pada tahun 2024, kegiatan ini menerima respons luar biasa dari lebih dari 500 pendaftar dari lebih dari 50 negara di seluruh dunia.
Dalam ekosistem East Ventures, perusahaan-perusahaan yang fokus pada teknologi hijau seperti Rekosistem dan Jejakin juga sedang bekerja pada masalah penting ini. Solusi sedang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi, sejalan dengan tujuan keberlanjutan global.
Empat, teknologi konsumen. Di sektor teknologi konsumen, permintaan akan pengalaman belanja yang dipersonalisasi dan layanan pelanggan otomatis melalui chatbot diperkirakan akan terus meningkat. Startup seperti Cosmart, yang berada di bawah naungan East Ventures, telah menghadirkan solusi inovatif untuk meningkatkan pengalaman belanja masyarakat.
Dalam upaya untuk terus menjadi semakin baik di tahun yang baru, East Ventures berkomitmen untuk menerapkan strategi yang dapat membuat Asia Tenggara mampu memenuhi potensi ekonominya.
East Ventures memiliki kepercayaan yang besar pada kawasan ini selama lebih dari satu dekade, dan akan terus bekerja keras serta fokus untuk membuktikan bahwa Asia Tenggara dapat dipercaya untuk terus maju.
East Ventures yakin bahwa dengan upaya keras, kawasan ini tidak hanya akan memenuhi komitmennya, tetapi juga muncul sebagai lambang kekuatan ekonomi di panggung global.
Baca juga: WANTRII sebut sudah sewajarnya Apple bangun pabrik di Indonesia
“Sebagai perusahaan venture capital dengan ekosistem terbesar di kawasan Asia Tenggara, East Ventures siap menyambut transisi baru dari perubahan kepemimpinan global dan mendukung aspirasi pemerintahan yang baru,” jelasnya.
Dengan pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam dua hingga tiga tahun mendatang, East Ventures optimis terhadap kebijakan yang mendukung lanskap startup Indonesia.
Perusahaan berharap dapat melihat lebih banyak kebijakan yang memperkuat ekosistem startup lokal dan memacu inovasi kreatif dari para pengusaha Indonesia.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
IHSG Selasa dibuka menguat 3,78 poin
- 2 jam lalu
Rekomendasi lain
Ingin tinggal di Bali? Simak biaya hidupnya
- 10 Juli 2024
Cara unduh WhatsApp GB beserta link donwloadnya
- 9 Oktober 2024
Profil lengkap Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto
- 21 Oktober 2024
Jadwal lengkap tahapan seleksi pengadaan PPPK tahun 2024
- 10 Oktober 2024
Niat dan tata cara Puasa Senin Kamis
- 21 Juli 2024
Cara dan syarat balik nama sertifikat tanah
- 7 Agustus 2024