DKPP Bantul lakukan pengawasan di pasar hewan cegah penularan PMK

DKPP Bantul lakukan pengawasan di pasar hewan cegah penularan PMK

  • Selasa, 7 Januari 2025 20:57 WIB
DKPP Bantul lakukan pengawasan di pasar hewan cegah penularan PMK
Kandang ternak sapi di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pengawasan di pasar hewan daerah itu sebagai langkah antisipasi penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) agar tidak semakin meluas.

“Sebagai langkah antisipasi, teman-teman sekarang melakukan pengawasan di pasar pasar hewan, sebagai tempat keluar masuk ternak dari luar,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo di Bantul, Selasa.

Menurut dia, ada beberapa pasar hewan di Bantul yang menjadi perhatian, salah satunya di Pasar Hewan Imogiri yang merupakan salah satu pasar hewan besar di Bantul.

“Selain pengawasan, petugas di pasar juga melaksanakan desinfektan di pasar pasar hewan. Karena, penularan penyakit mulut dan kuku ini biasanya melalui air liur maupun kotoran ternak itu sendiri,” katanya.

Baca juga: Kementan siapkan empat juta vaksin untuk tangani wabah PMK

Baca juga: DKPP Kota Bandung vaksin 500 sapi guna cegah penularan virus PMK

Menurut dia, setidaknya ada belasan sapi milik peternak Bantul yang mati akibat mengidap penyakit mulut dan kuku tersebut, dan lebih dari 90 sapi harus mendapat penanganan dari dokter kesehatan hewan karena terserang penyakit itu.

Meski demikian, kata dia, para peternak sapi tidak perlu khawatir dengan munculnya kasus PMK ini, sebab justru kalau ada kekhawatiran berlebihan bisa berdampak pada kerugian yang lebih besar.

“Kepada peternak jangan khawatir, karena kalau peternak khawatir, galau nanti malah akan semakin rugi, karena ada yang mau membeli, tapi dengan harga murah, makanya jangan khawatir,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau agar para peternak sapi Bantul tetap menjaga kebersihan kandang dan selalu memperhatikan pakan yang baik, agar tidak mudah terserang penyakit menular.

“Yang penting tetap menjaga kebersihan kandang, memberi pakan yang baik, kalau ada ternak yang baru dibeli supaya dipisah, jangan sampai dijadikan satu dengan ternak yang lama,” katanya.*

Baca juga: Kementan beri bantuan 12.500 vaksin untuk atasi PMK di Jatim

Baca juga: Badan Karantina pastikan sapi impor untuk Astacita bebas dari PMK

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *