Fadli Zon ingatkan masyarakat tidak kerasukan budaya asing

Fadli Zon ingatkan masyarakat tidak kerasukan budaya asing

  • Senin, 6 Januari 2025 22:58 WIB
Fadli Zon ingatkan masyarakat tidak kerasukan budaya asing
Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) memfoto benda-benda bersejarah jenis senjata yang dikoleksi oleh Museum Desa Genggelang di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (6/1/2025). ANTARA/Sugiharto Purnama

Kita harus kerasukan budaya Indonesia…, karena kalau bukan kita yang menghargai budaya kita lantas siapa lagi yang mau menghargai?

Lombok Utara (ANTARA) – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengingatkan masyarakat agar tidak kerasukan budaya asing yang datang dari luar negeri karena bisa mengikis tradisi dan nilai-nilai budaya lokal yang tertanam, seperti gotong royong, sopan santun, maupun adat istiadat.

“Kita boleh saja mengapresiasi budaya dari luar tapi yang paling penting kita harus apresiasi budaya kita sendiri. Jadi, jangan sampai kita kerasukan budaya orang lain,” ujarnya saat kegiatan peresmian Museum Desa Genggelang di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Senin.

Budaya luar yang terlalu mendominasi dapat menyebabkan gaya hidup konsumtif dan individualistik yang kurang sesuai dengan norma-norma lokal. Bahkan, pengaruh budaya luar dapat memperlebar kesenjangan sosial karena masyarakat terpengaruh terhadap tren berbusana maupun gawai.

Kementerian Kebudayaan berupaya memperbanyak jumlah museum dari sekarang hanya 500-an museum menjadi ribuan museum dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Langkah itu dilakukan agar masyarakat lebih mengenal budaya dan sejarah mereka, sehingga berujung apresiasi terhadap budaya sendiri.

“Kita harus kerasukan budaya Indonesia…, karena kalau bukan kita yang menghargai budaya kita lantas siapa lagi yang mau menghargai?” kata Menteri Fadli.

Baca juga: Menteri Kebudayaan resmikan museum desa di Lombok Utara

Baca juga: Museum desa jadi langkah awal pelestarian budaya lokal

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa pembentukan Kementerian Kebudayaan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto adalah bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap aspek kebudayaan.

Komitmen melindung kebudayaan lokal dari gempuran budaya asing perlu disambut dengan semangat untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia.

“Mudah-mudahan bisa berkesinambungan menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan sejarah, budaya, dan identitas bangsa kita,” ujar Fadli.

Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahmad Nuralam menuturkan salah satu cara melindungi masyarakat dari gempuran budaya asing adalah melalui museum.

Menurut dia museum bukan sekadar sarana untuk menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga benteng budaya dalam menjaga keutuhan identitas suatu bangsa dari gempuran pengaruh budaya asing.

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Chandra Hamdani Noor
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *