
Kemenkes: Belum ada laporan kasus HMPV di Indonesia
- Sabtu, 4 Januari 2025 11:05 WIB

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kesehatan menyebutkan saat ini di Indonesia belum ada laporan kasus Human Metapneumovirus (HMPV), yang kini tengah merebak di China, dan publik diingatkan untuk waspada, tidak panik dan melakukan langkah-langkah preventif.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, Juru Bicara Kemenkes, Widyawati menyebutkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, terdapat pemberitaan tentang HMPV di China.
Baca juga: Kasus HMPV meningkat hingga fitur baru dari Telegram
Dia menambahkan virus ini menyebar dengan sangat luas dan cepat, menyebabkan lonjakan kasus yang signifikan di wilayah China bagian utara.
Hal tersebut, kata Widyawati, menjadi perhatian global akhir-akhir ini. Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan sejumlah langkah preventif, seperti menjaga pola hidup sehat, mencuci tangan secara teratur, dan menggunakan masker di tempat umum dapat membantu mengurangi risiko tertular penyakit menular.
Indonesia juga terus memantau perkembangan situasi wabah HMPV di China dan negara-negara lain, dan langkah antisipasi dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional yang menunjukkan gejala Influenza Like Illness (ILI).
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah-langkah preventif yang efektif. Upaya ini dilakukan agar virus ini tidak masuk ke Indonesia,” katanya.
Dia menjelaskan HMPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, dengan gejala yang mirip flu biasa, seperti batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Dalam kasus berat, virus ini dapat menyebabkan komplikasi seperti bronkitis atau pneumonia.
Virus ini biasanya tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, tetapi berisiko lebih tinggi bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk mereka yang memiliki penyakit kronis, seperti diabetes, gangguan pernapasan atau penyakit jantung.
Baca juga: Mengenal HMPV, virus pernapasan yang sedang merebak di China
Baca juga: Setelah COVID-19 dan RSV, infeksi virus HMPV alami peningkatan di AS
Hingga saat ini, katanya, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk HMPV. Meski demikian, Widyawati menilai perawatan suportif, seperti rehidrasi, pengendalian demam, dan istirahat cukup efektif dalam membantu meringankan gejala.
Kemenkes mengajak masyarakat untuk tetap memantau informasi resmi terkait perkembangan virus ini. Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama masyarakat dalam menerapkan langkah pencegahan dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
2024, warsa perubahan paradigma kesehatan
- 25 Desember 2024
Hari Ibu, Menkes soroti peran ibu dan guru jadi teladan hidup sehat
- 23 Desember 2024
Kemenkes-KemenP2MI upayakan kemudahan regulasi untuk impor perawat
- 23 Desember 2024
Rekomendasi lain
10 film bioskop terbaru beserta sinopsisnya
- 28 Oktober 2024
Profil lengkap Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto
- 21 Oktober 2024
Cara melacak nomor ponsel yang tidak dikenal
- 16 Agustus 2024
Syarat dan cara tarik tunai tanpa kartu di ATM Bank BCA
- 2 Oktober 2024
Profil Hanif Faisol Nurofiq, kandidat menteri di kabinet Prabowo
- 16 Oktober 2024
Segini modal yang harus dikeluarkan untuk buka warung Madura
- 3 November 2024
Jadwal dan syarat pendaftaran KPPS Pilkada 2024
- 2 September 2024