
Warga Palmerah diimbau waspadai penyebaran DBD
- Jumat, 3 Januari 2025 23:03 WIB

Pak RT/RW dan ibu-ibu kader kami minta untuk terus menyosialisasikan serta mengajak warganya aktif melaksanakan gerakan PSN di lingkungan wilayah masing masing
Jakarta (ANTARA) – Warga di Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, diimbau untuk tetap mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Hal itu kembali ditegaskan menyusul ditemukannya jentik nyamuk dalam pemeriksaan keberadaan sarang nyamuk di wilayah tersebut, Jumat.
“Ada tiga rumah warga yang ditemukan jentik nyamuk,” kata Plt Lurah Kota Bambu Selatan, Zaenal Ngaripin di Jakarta, Jumat.
Petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) memeriksa dan mencari jentik nyamuk demam berdarah di sekitar 80 rumah warga mulai dari dispenser, kolam dan lain sebagainya.
Berdasarkan temuan tersebut, pihak kelurahan menginstruksikan pemilik rumah segera membersihkan atau menguras tempat penampungan air di rumahnya.
“Penghuni atau pemilik rumah langsung kita ingatkan untuk lebih peduli dan rajin menguras tempat-tempat penampungan air di rumahnya,” imbuh Zaenal.
Baca juga: 52 rumah di Palmerah disidak untuk deteksi jentik nyamuk
Dalam kegiatan itu, petugas jumantik juga menyosialisasikan gerakan PSN agar warga masyarakat selalu mewaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD); melakukan pemantauan jentik mandiri satu rumah satu jumantik; serta mengantisipasi terjadinya kebakaran.
Selain itu, ujar Zaenal, perangkat RT/RW juga diimbau untuk selalu mengajak warganya rutin melaksanakan PSN di lingkungan masing-masing setiap hari Jumat.
“Pak RT/RW dan ibu-ibu kader kami minta untuk terus menyosialisasikan serta mengajak warganya aktif melaksanakan gerakan PSN di lingkungan wilayah masing masing,” pungkasnya.
Diketahui, Kasus DBD di Jakarta Barat mencapai 188 kasus pada Agustus 2024. Kemudian pada September turun menjadi 101 kasus, lalu melandai 79 kasus pada Oktober dan hingga 14 November sebanyak 29 kasus.
Tren kasus DBD di Jakarta Barat dalam tiga bulan terakhir terhitung turun drastis lantaran sebelumnya pernah hampir mencapai 800 kasus dalam satu bulan pada 2024 lalu.
Secara rinci, terdapat 797 kasus pada April, 777 kasus pada Mei, 337 kasus pada Juni, lalu pada Juli menjadi 216 kasus.
Baca juga: Perubahan iklim signifikan pengaruhi kasus DBD di Jakbar
Baca juga: Penerapan nyamuk berwolbachia di Jakbar bergeser ke Meruya Utara
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2025
Komentar
Berita Terkait
Pemerintah siapkan 8 strategi dorong ekonomi tumbuh 8 persen
- 30 Desember 2024
Pemprov Sumsel mengevaluasi rencana 15 Proyek Strategis Nasional
- 25 Desember 2024
Senator RI minta pemerintah utamakan dialog dalam pembangunan PSN
- 20 Desember 2024
Kompolnas awasi penanganan kericuhan Rempang oleh kepolisian
- 18 Desember 2024
Komnas HAM minta pemerintah pastikan prinsip FPIC dalam PSN di Papua
- 18 Desember 2024
Rekomendasi lain
Doa memohon husnul khotimah
- 19 Agustus 2024
5 cara cek IMEI iPhone
- 8 Agustus 2024
Cara top up DANA melalui Alfamart dan M-Banking
- 19 Agustus 2024
Niat Shalat Jumat, Arab dan latin beserta artinya
- 29 Agustus 2024
Tulisan masya Allah yang benar, dalam latin dan Arab
- 30 Juli 2024
Ragam gelar sarjana S1 di Indonesia
- 20 September 2024
Lirik lagu “Jangan Ada Dusta di Antara Kita” oleh Broery Marantika
- 2 September 2024