Warga Palmerah diimbau waspadai penyebaran DBD

Warga Palmerah diimbau waspadai penyebaran DBD

  • Jumat, 3 Januari 2025 23:03 WIB
Warga Palmerah diimbau waspadai penyebaran DBD
Arsip foto – Petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) melakukan PSN di lingkungan RW 05 Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (29/11/2024). ANTARA/HO-Pemkot Jakbar

Pak RT/RW dan ibu-ibu kader kami minta untuk terus menyosialisasikan serta mengajak warganya aktif melaksanakan gerakan PSN di lingkungan wilayah masing masing

Jakarta (ANTARA) – Warga di Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, diimbau untuk tetap mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dengan terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Hal itu kembali ditegaskan menyusul ditemukannya jentik nyamuk dalam pemeriksaan keberadaan sarang nyamuk di wilayah tersebut, Jumat.

“Ada tiga rumah warga yang ditemukan jentik nyamuk,” kata Plt Lurah Kota Bambu Selatan, Zaenal Ngaripin di Jakarta, Jumat.

Petugas Juru Pemantau Jentik (Jumantik) memeriksa dan mencari jentik nyamuk demam berdarah di sekitar 80 rumah warga mulai dari dispenser, kolam dan lain sebagainya.

Berdasarkan temuan tersebut, pihak kelurahan menginstruksikan pemilik rumah segera membersihkan atau menguras tempat penampungan air di rumahnya.

“Penghuni atau pemilik rumah langsung kita ingatkan untuk lebih peduli dan rajin menguras tempat-tempat penampungan air di rumahnya,” imbuh Zaenal.

Baca juga: 52 rumah di Palmerah disidak untuk deteksi jentik nyamuk

Dalam kegiatan itu, petugas jumantik juga menyosialisasikan gerakan PSN agar warga masyarakat selalu mewaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD); melakukan pemantauan jentik mandiri satu rumah satu jumantik; serta mengantisipasi terjadinya kebakaran.

Selain itu, ujar Zaenal, perangkat RT/RW juga diimbau untuk selalu mengajak warganya rutin melaksanakan PSN di lingkungan masing-masing setiap hari Jumat.

“Pak RT/RW dan ibu-ibu kader kami minta untuk terus menyosialisasikan serta mengajak warganya aktif melaksanakan gerakan PSN di lingkungan wilayah masing masing,” pungkasnya.

Diketahui, Kasus DBD di Jakarta Barat mencapai 188 kasus pada Agustus 2024. Kemudian pada September turun menjadi 101 kasus, lalu melandai 79 kasus pada Oktober dan hingga 14 November sebanyak 29 kasus.

Tren kasus DBD di Jakarta Barat dalam tiga bulan terakhir terhitung turun drastis lantaran sebelumnya pernah hampir mencapai 800 kasus dalam satu bulan pada 2024 lalu.

Secara rinci, terdapat 797 kasus pada April, 777 kasus pada Mei, 337 kasus pada Juni, lalu pada Juli menjadi 216 kasus.

Baca juga: Perubahan iklim signifikan pengaruhi kasus DBD di Jakbar

Baca juga: Penerapan nyamuk berwolbachia di Jakbar bergeser ke Meruya Utara

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *