Israel langgar lagi gencatan senjata, 3 kali serang Lebanon selatan

Israel langgar lagi gencatan senjata, 3 kali serang Lebanon selatan

  • Jumat, 3 Januari 2025 08:57 WIB
Israel langgar lagi gencatan senjata, 3 kali serang Lebanon selatan
Pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara di tiga wilayah di Lebanon selatan pada Kamis (2/1/2025), menambah lagi sejumlah pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 27 November 2024. ANTARA/Anadolu/py

Yerusalem (ANTARA) – Pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara di tiga wilayah di Lebanon selatan pada Kamis (2/1), menambah lagi sejumlah pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 27 November 2024.

Menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), pesawat tempur Israel menyerang area Barij di pinggiran utara Iqlim Al-Tuffah di Distrik Nabatieh.

Serangan udara lainnya menyasar wilayah antara Zhalta dan Jbaa di Distrik Nabatieh, Lebanon selatan. Pada serbuan ketiga di hari yang sama, Israel menyerang Gunung Al-Rihan di Distrik Jezzine, Lebanon selatan, tambah NNA.

Sementara itu, pihak militer Israel dalam pernyataannya mengeklaim bahwa pesawat tempur mereka telah “menghancurkan platform peluncur roket jarak menengah yang digunakan oleh Hizbullah di sebuah situs militer milik organisasi tersebut di Lebanon selatan.”

“Selain itu, situs militer lain di wilayah Nabatieh, bersama dengan platform peluncur roket tambahan, juga menjadi target,” demikian pernyataan tersebut.

Pada Kamis pagi, patroli Israel memasuki kota Beit Lif di Lebanon selatan untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata berlaku pada 27 November.

Pelanggaran terbaru ini menjadikan total pelanggaran kesepakatan gencatan senjata oleh Israel mencapai 349, menurut perhitungan Anadolu berdasarkan data yang dirilis otoritas Lebanon.

Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, Israel diwajibkan menarik pasukannya ke selatan Garis Biru, yang merupakan perbatasan de facto, secara bertahap, sementara tentara Lebanon harus dikerahkan di wilayah selatan Lebanon dalam waktu 60 hari.

Data dari Kementerian Kesehatan Lebanon menunjukkan bahwa sejak serangan Israel terhadap Lebanon dimulai pada 8 Oktober 2023, telah dilaporkan setidaknya 4.063 warga meninggal dunia, termasuk perempuan, anak-anak, dan petugas kesehatan, sementara 16.664 orang lainnya terluka.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Bom tandan terus jadi ancaman bagi warga sipil Lebanon

Baca juga: Lebanon kerahkan pasukan ke wilayah perbatasan dengan Israel

Baca juga: 45 orang tewas dalam pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata

Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    22 Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum untuk Idul Fitri 2026

    Jakarta – Taqabbalallahu Minna Wa Minkum sering diucapkan saat perayaan Idul Fitri. Apa artinya? Dikutip dari situs Kementerian Agama (Kemenag) RI, arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum secara harfiah adalah ‘Semoga…

    12.500 Pemudik PLN Nikmati Mudik Ramah Lingkungan

    INFO TEMPO – Program Mudik Gratis BUMN 2026 resmi digelar dengan melibatkan berbagai perusahaan pelat merah, termasuk PT PLN (Persero) yang memberangkatkan sebanyak 12.500 pemudik dari berbagai kota di Indonesia.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *