AT&T dan Verizon pastikan jaringan aman setelah diretas Salt Typhoon

AT&T dan Verizon pastikan jaringan aman setelah diretas Salt Typhoon

  • Selasa, 31 Desember 2024 09:03 WIB
AT&T dan Verizon pastikan jaringan aman setelah diretas Salt Typhoon
Ilustrasi – Seorang peretas mencoba membongkar keamanan siber. (ANTARA/Shutterstock/dok)

Jakarta (ANTARA) – Raksasa telekomunikasi AS AT&T dan Verizon mengatakan mereka telah mengamankan jaringannya setelah menjadi sasaran kelompok spionase siber Salt Typhoon yang terkait dengan China.

Ditulis laman Tech Crunch, Senin (30/12), juru bicara AT&T Alexander Byers mengatakan perusahaan mendeteksi tidak ada aktivitas oleh aktor negara-bangsa di jaringan mereka saat ini.

Sementara juru bicara Verizon, Richard Young, kepada TechCrunch pada hari Minggu menyatakan bahwa organisasi tersebut telah menahan insiden siber yang disebabkan oleh aktor ancaman negara-bangsa. Ia juga menyebut bahwa pihaknya belum mendeteksi adanya aktivitas aktor ancaman di jaringannya selama beberapa waktu.

Baca juga: Media AS: Peretas China sadap telepon pengacara Trump

Penahanan insiden tersebut oleh Verizon telah dikonfirmasi oleh “sebuah firma keamanan siber yang sangat dihormati,” kata perusahaan itu, tetapi Young menolak menyebutkan nama organisasi pihak ketiga tersebut.

Meskipun skala pelanggaran Salt Typhoon ini belum diketahui, AT&T mengatakan peretas yang didukung Tiongkok menargetkan sejumlah kecil individu yang menjadi target intelijen asing, dan menambahkan bahwa pihaknya menyadari adanya jumlah kejadian yang relatif sedikit di mana informasi individu dikompromikan.

Verizon menyatakan bahwa para peretas tersebut secara khusus menargetkan sejumlah kecil pelanggan penting di pemerintahan.

Baca juga: Peretas bisa kendalikan jutaan mobil Kia hanya dengan plat nomor

“Segera setelah mengetahui insiden ini, Verizon mengambil beberapa tindakan penting untuk melindungi pelanggan dan jaringannya, termasuk bermitra dengan lembaga penegak hukum federal dan keamanan nasional, mitra industri, dan firma keamanan siber swasta,” kata Vandana Venkatesh, kepala jenderal Verizon, dalam sebuah pernyataan.

“Setelah bekerja keras mengatasi insiden ini, kami dapat melaporkan bahwa Verizon telah mengendalikan aktivitas yang terkait dengan insiden khusus ini,” tambahnya.

Baca juga: Diretas hacker Korea Utara, Indodax pastikan aset member tetap aman

Baca juga: Langkah yang perlu dilakukan saat terima kode login yang tidak diminta

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *