
BMKG: Siklon 98S picu gelombang tinggi di Jatim-Bali
- Senin, 30 Desember 2024 22:54 WIB

Potensi peningkatan tinggi gelombang laut tersebut perlu diwaspadai masyarakat setempat setidaknya pada periode 30 Desember – 2 Januari 2025
Jakarta (ANTARA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bibit siklon tropis 98S berpotensi memicu tinggi gelombang laut dan peningkatan kecepatan angin di kawasan Samudra Hindia selatan Jawa Timur – Bali dan sekitarnya.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya di Jakarta, Senin malam, mengatakan bahwa potensi peningkatan tinggi gelombang laut tersebut perlu diwaspadai masyarakat setempat setidaknya pada periode 30 Desember – 2 Januari 2025.
Baca juga: Korban jiwa siklon Chido di Mozambik bertambah jadi 94 orang
Berdasarkan pengamatan tim meteorologi BMKG diketahui bahwa bibit siklon tropis 98S terpantau berada di Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Kawasan ini sebelumnya telah dideteksi BMKG sebagai suspek area siklon tropis dalam beberapa hari terakhir.
Pusat sirkulasi bibit siklon tropis 98S berada pada koordinat pada koordinat 94.5 derajat BT dan 15.9 derajat LS dengan kecepatan angin maksimum lebih dari 28 kilometer per jam.
Menurut dia, bibit siklon tersebut diperkirakan berpotensi menjadi siklon tropis dalam kategori rendah. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai dampak tidak langsung berupa peningkatan tinggi gelombang laut yang dapat disertai angin kencang.
Baca juga: BMKG: Mayoritas kota besar Indonesia diguyur hujan ringan-berpetir
Adapun pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut – Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 – 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Barat – Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8 – 27 knot.
BMKG memetakan potensi peningkatan tinggi gelombang laut menyasar sejumlah wilayah perairan di antaranya Samudra Hindia barat Bengkulu – Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa – NTB, Laut Jawa, Laut Natuna Utara dan Samudera Pasifik utara Papua dengan tinggi 1,25-2,5 meter.
Dwikorita mengungkapkan bahwa selain itu para pelaku transportasi pelayaran kapal mulai dari kapal nelayan, kapal ferry, tongkang dan kapal pesiar juga diminta untuk waspada dampak gelombang laut tinggi 2.50 – 4.0 meter yang dipicu oleh keberadaan bibit siklon tropis 98S tersebut di kawasan Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur – Bali.
Baca juga: BMKG: Siklon 94S picu peningkatan hujan dan gelombang di NTT-Maluku
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
BMKG: Waspadai banjir rob di wilayah Kepri
- 9 jam lalu
Rekomendasi lain
Daftar barang dan jasa yang bebas PPN 12 persen
- 14 Desember 2024
Biaya pembuatan paspor naik Desember 2024, ini rinciannya
- 28 Oktober 2024
Profil Kun Wardana calon wakil gubernur Independen Jakarta
- 3 September 2024
6 ide tema kreatif untuk acara karnaval 17 Agustus
- 30 Juli 2024
Cara praktis non-aktifkan akun Instagram
- 3 Juli 2024
Segini modal yang harus dikeluarkan untuk buka warung Madura
- 3 November 2024
IKN: pengertian, lokasi, dan tujuan pembangunannya
- 13 Agustus 2024