Budayawan Palembang  gelar peringatan perang lima hari lima malam 

Budayawan Palembang  gelar peringatan perang lima hari lima malam 

  • Minggu, 29 Desember 2024 22:58 WIB
Budayawan Palembang  gelar peringatan perang lima hari lima malam 
Budayawan, seniman, sejarawan dan pejabat Palembang  foto bersama saat acara pembukaan pameran peringatan perang lima hari lima malam di Palembang, 28 Desember 2024 – 1 Januari 2025. ANTARA/Yudi Abdullah

Palembang (ANTARA) – Budayawan, seniman, dan sejarawan Kota Palembang, Sumatera Selatan, menggelar peringatan perang/pertempuran lima hari lima malam untuk mengenang jasa pejuang pahlawan meraih kemerdekaan dari tangan penjajah.

“Rangkaian peringatan pertempuran lima hari lima malam sudah dimulai beberapa hari terakhir dan
puncaknya 1 Januari 2024,” kata Ketua Pelaksana Acara Peringatan itu, Vebri Al Lintani, di Palembang, Ahad.

Dia menjelaskan, sejak 28 Desember 2024 hingga 1 Januari 2025 digelar pameran barang antik di Gedung Kesenian Palembang, untuk memeriahkan peringatan pertempuran lima hari lima malam di Bumi Sriwijaya ini.

Dalam pameran itu masyarakat dapat melihat
sepeda onthel bermesin, radio kuno, dan barang-barang lainnya yang digunakan era 1940 hingga 1960.

Baca juga: Pawai kebangsaan digelar di Palembang peringati pertempuran RI-Belanda

Baca juga: Pemkot produksi kembali perhiasan khas Palembang

Kemudian masyarakat dapat melihat koleksi Amir Ruslan, pemilik Musi Jadoel seperti mesin jahit engkol, mesin tik Royal, telepon kuno, kipas angin vintage, radio era penjajahan, hingga baju pejuang.

Panitia juga menggelar pameran foto, lomba puisi, lomba fesyen, dan lomba menyanyi yang semuanya bernuansa perjuangan.

Sedangkan pada puncak peringatan 1 Januari 2024
ada pawai mobil jeep antik, sepeda onthel, atraksi pencak silat serta pembacaan narasi perang lima hari lima malam, ujar Vebri.

Sementara sebelumnya Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang, Cheka Virgowansya saat membuka acara pameran itu mengatakan peringatan pertempuran lima hari lima malam perlu digelar secara rutin setiap tahun.

Berdasarkan data dan informasi dari masyarakat, hingga kini baru empat kali dilakukan acara peringatan pertempuran lima hari lima malam.

“Melalui momentum acara ini yang mendapat dukungan Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja, budayawan, seniman, pengurus Legiun Veteran Sumsel, kolektor barang masa perjuangan, dan pihak lainnya, kami dari Pemkot Palembang akan mendukung acara peringatan tersebut secara rutin setiap tahun,” ujar Pj Wali Kota Cheka Virgowansya.*

Baca juga: Agar tetap lestari, Festival Budaya Melayu digelar lagi di Palembang

Baca juga: Pemkot Palembang keluarkan surat cagar budaya untuk gedung kesenian

Pewarta: Yudi Abdullah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *