
Menteri Bahlil optimistis intervensi teknologi dongkrak produksi migas
- Sabtu, 28 Desember 2024 12:54 WIB

Pemerintah merespons penurunan realisasi produksi siap jual migas secara alami sekarang ini dengan percepatan penggunaan teknologi
Jakarta (ANTARA) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia optimistis, melalui intervensi teknologi, Indonesia mampu mendongkrak kapasitas produksi minyak dan gas bumi nasional.
“Pemerintah merespons cepat penurunan realisasi produksi siap jual (lifting) minyak dan gas bumi secara alami sekarang ini dengan percepatan penggunaan teknologi,” kata Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Bahlil menegaskan bahwa pencapaian swasembada energi memerlukan peningkatan lifting migas yang berkelanjutan dan optimal.
Ia pun mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk meningkatkan produksi migas melalui optimalisasi teknologi, salah satunya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
“KKKS yang punya produksi minyak bumi bagus, saya lihat itu ExxonMobil. (Lifting) ExxonMobil itu, 25 persen dari total lifting nasional. Kita minta ada intervensi teknologi untuk bisa menaikkan lifting-nya,” kata Bahlil.
Bahlil menjelaskan Blok Cepu yang dikelola oleh ExxonMobil awalnya hanya berproduksi 100.000 barel minyak per hari, tetapi dengan teknologi, mampu menaikkan kapasitas produksi menjadi 163.000 barel per hari.
Menurut dia, teknologi pengeboran enchanced oil recovery (EOR) merupakan satu dari sekian teknologi, yang dianggap penting sebagai rangsangan awal dalam menggenjot produksi minyak bumi.
Kementerian ESDM bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) juga sedang menjajaki kemungkinan adanya kebijakan insentif dalam implementasi EOR.
Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan tantangan yang dihadapi Indonesia adalah ketidakseimbangan antara produksi dan konsumsi migas.
“Sekarang lifting (minyak) kita itu 600 ribu barrel oil per day (BOPD). Sementara konsumsi kita 1,5 sampai 1,6 juta BOPD,” ungkapnya.
Bahlil pun mengambil langkah lainnya dengan mempercepat eksplorasi migas melalui kerja sama dengan KKKS dalam bentuk studi bersama (joint study).
Kerja sama itu bertujuan untuk menggali potensi cadangan migas yang belum tereksplorasi di Indonesia.
“Kami mengundang KKKS untuk melakukan eksplorasi melalui joint study guna menemukan potensi cadangan migas baru,” ucap Bahlil.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga fokus pada pengurangan ketergantungan pada impor migas. Mengingat besarnya defisit neraca perdagangan migas, kebijakan peningkatan produksi migas dalam negeri menjadi langkah strategis yang dapat mengurangi ketergantungan tersebut.
“Strategi kami adalah meningkatkan produksi migas dalam negeri untuk menekan impor dan menciptakan swasembada energi,” ungkap Bahlil.
Baca juga: Menteri ESDM ingatkan SDA harus dikelola secara bijaksana
Baca juga: Menteri ESDM akan percepat izin SPBUN untuk kesejahteraan nelayan
Baca juga: Menteri Bahlil: Hilirisasi minerba untuk ekonomi tumbuh 8 persen
Baca juga: BPH Migas: Pasokan BBM dan LPG terjaga baik selama Natal-Tahun Baru
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
BPH Migas: Pasokan BBM dan LPG terjaga baik selama Natal-Tahun Baru
- 22 Desember 2024
BPH Migas bersinergi jamin pasokan energi selama Natal-Tahun Baru
- 22 Desember 2024
Pertamina Patra Niaga: Tim bekerja 24 jam pastikan distribusi lancar
- 22 Desember 2024
Wakil Menteri ESDM: Ketersediaan pasokan BBM di Jawa Tengah aman
- 21 Desember 2024
Rekomendasi lain
Profil De Gadjah, cagub Gerindra untuk pilkada Bali
- 6 September 2024
Daftar nama-nama klub sepak bola Indonesia dan asalnya
- 10 September 2024
Lirik lagu legendaris “Ayah” ciptaan Rinto Harahap
- 13 Agustus 2024
Lirik lagu Lyodra – Pesan Terakhir
- 18 Juli 2024
7 negara termiskin di dunia pada 2024
- 16 Agustus 2024
Naik KRL bisa bayar pakai GoPay, ini caranya
- 9 Agustus 2024
Cara cek Kartu Keluarga secara online
- 19 Agustus 2024