
Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi pantau kondisi korban keracunan jamur
- Kamis, 26 Desember 2024 00:17 WIB

Sukabumi, Jabar (ANTARA) – Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi Letkol (Kav) Andhi Ardana Valeriandra Putra memantau kondisi warga yang menjadi korban keracunan jamur di Kampung Kebon Kalapa, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Hingga Rabu, sebanyak tujuh dari 17 korban keracunan jamur harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu.
“Kedatangan kami ini merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap warga sekaligus memberikan dukungan moral serta memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima dari rumah sakit,” katanya di Sukabumi.
Andhi sempat berkomunikasi langsung dengan sejumlah korban keracunan massal untuk mengetahui kronologi kejadian tersebut.
Terjadinya keracunan massal ini berawal dari seorang warga yang baru memetik jamur liar di kebun dan membagikan kepada kerabat dan tetangganya pada Selasa (24/12).
Diduga warga yang menerima jamur itu langsung mengolah dan memakannya. Lalu sekitar pukul 18.30 WIB satu persatu warga mengalami gejala keracunan yang ditandai dengan mual, pusing, muntah dan panas dingin.
Baca juga: 17 warga Kebon Kalapa Sukabumi keracunan jamur
Baca juga: Dinkes Cianjur : Lima warga keracunan jamur mulai membaik
Total ada 17 korban keracunan, tujuh korban di antaranya dirujuk ke RSUD Palabuhanratu. Sedangkan 10 korban lainnya ada yang dirawat di Puskesmas Pembantu Limusnunggal dan ada yang menjalani rawat jalan.
Sebagian korban yang dirawat di Pustu Limusnunggal sudah ada yang pulang dan untuk korban di RSUD Palabuhanratu kondisi kesehatannya sudah membaik. “Namun ada satu korban yang masih butuh penanganan medis secara intensif,” katanya.
Andhi mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan pemulihan para korban berjalan baik.
Selain itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman, terutama yang didapat dari alam ataupun acara yang digelar secara massal.
Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Gempa M5,2 guncang Sukabumi belum ada informasi kerusakan
- 23 Desember 2024
Gempa magnitudo 5,2 terjadi di sebelah tenggara Kabupaten Sukabumi
- 23 Desember 2024
Abrasi pantai rusak puluhan rumah di Palabuhanratu Sukabumi
- 21 Desember 2024
Polres Sukabumi musnahkan ribuan botol miras jelang Nataru
- 20 Desember 2024
Rekomendasi lain
Profil Cristiano Ronaldo dan sederet prestasinya
- 16 Juli 2024
Skuad Timnas sepak bola putri Indonesia di Piala AFF 2024
- 3 Desember 2024
Apa itu aplikasi dompet digital DANA dan berbagai manfaatnya
- 19 Agustus 2024
Drakor terbaru 2024 yang tayang di Netflix
- 13 Agustus 2024
Cara praktis non-aktifkan akun Instagram
- 3 Juli 2024
Berapa jumlah soal dan bobot nilai seleksi PPPK 2024?
- 3 September 2024
Berapa bunga gadai emas di Pegadian? Ini hitungannya
- 2 Agustus 2024
10 film bioskop terbaru beserta sinopsisnya
- 28 Oktober 2024