
Ribuan mantan anggota Jamaah Islamiyah deklarasi pembubaran di Solo
- Sabtu, 21 Desember 2024 20:02 WIB

Kami telah menyaksikan bahwa mereka telah menunjukkan komitmen untuk sepenuhnya kembali ke NKRI
Solo (ANTARA) – Ribuan orang mantan anggota Jamaah Islamiyah dari Keresidenan Surakarta, Kedu, dan Semarang mendeklarasikan pembubaran diri di Solo, Jawa Tengah, Sabtu.
Deklarasi yang dibacakan bersama-sama tersebut, salah satunya mendukung (sami'na wa atho'na) terhadap pembubaran Al-Jamaaj Al-Islamiyah di Bogor, Jawa Barat, pada 30 Juni 2024.
Selain itu, pada deklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan terlibat aktif mengisi kemerdekaan serta menjauhkan diri dari paham dan kelompok ekstrem atau tatharruf.
Mereka juga menyatakan siap mengikuti peraturan hukum yang berlaku di NKRI, serta berkomitmen dan konsisten untuk menjalankan hal-hal yang merupakan konsekuensi logis.
Baca juga: Pengamat: Mantan anggota Jamaah Islamiyah masih perlu dibina
Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Polri Inspektur Jenderal Polisi Sentot Prasetyo mengapresiasi tokoh-tokoh yang telah berdedikasi mengajak mantan anggota Jamaah Islamiyah untuk berjihad yang sesungguhnya, yakni membela bangsa dan negara.
“Bersama dengan ini kami telah melakukan sosialisasi pembubaran Jamaah Islamiyah di berbagai titik di seluruh Indonesia. Kami telah menyaksikan bahwa mereka telah menunjukkan komitmen untuk sepenuhnya kembali ke NKRI,” katanya.
Sentot mengatakan deklarasi tersebut tidak hanya memberikan makna mendalam pada komitmen mereka, tetapi juga menjadi simbol nyata sinergi pemerintah dan masyarakat untuk merawat persatuan dan keutuhan negara dan bangsa.
“Kegiatan yang kami laksanakan pada hari ini bukan sekadar seremonial pembacaan ikrar kembali ke NKRI, tetapi juga kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir dan dengan tangan terbuka menyambut kembalinya mereka yang menjadi bagian penting dari Indonesia yang kita cintai,” katanya.
Baca juga: 56 mantan anggota Jamaah Islamiyah di Sumsel ikrar ke NKRI
Ia menambahkan dengan deklarasi tersebut, para mantan anggota Jamaah Islamiyah datang dengan hati yang tulus dan berikrar kepada NKRI untuk ikut membangun negeri.
“Setiap orang memiliki masa lalu, begitu juga dengan saudara-saudara kita yang mantan anggota Jamaah Islamiyah. Mereka telah menanggung konsekuensi atas perjalanan yang keliru pada masa lalu, termasuk dalam proses hukum. Yang lebih penting, melalui proses refleksi dan kesadaran sehingga kemudian menemukan kebenaran yang sejati,” katanya.
Deklarasi pembubaran itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Plt. Deputi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Warsito, Kepala BNPT Irjen Polisi Eddy Hartono, dan Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana.
Baca juga: 83 anggota JI di Maluku ikrar kembali setia kepada NKRI
Baca juga: Jamaah Islamiyah di Babel mendeklarasikan bubar
Pewarta: Aris Wasita
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
83 anggota JI di Maluku ikrar kembali setia kepada NKRI
- 12 Oktober 2024
56 mantan anggota Jamaah Islamiyah di Sumsel ikrar ke NKRI
- 20 September 2024
Jamaah Islamiyah di Babel mendeklarasikan bubar
- 12 Agustus 2024
Rekomendasi lain
Terbaru! Jadwal kapal Pelni Agustus 2024
- 13 Agustus 2024
Profil Andi Sumangerukka “ASR”, Cagub Sulawesi Tenggara Pilkada 2024
- 6 September 2024
Lupa nomor NPWP? Ini cara cek NPWP dengan mudah
- 16 Juli 2024
Alokasi dan rentang gaji dalam CPNS Kemenag 2024
- 2 September 2024
Cara mudah cek tiket kereta api secara online
- 25 Juli 2024
10 film bioskop terbaru beserta sinopsisnya
- 28 Oktober 2024
Lirik lagu “Ditinggal Rabi” oleh NDX AKA
- 9 September 2024