
DPRD DKI tolak wacana kenaikan tarif Transjakarta
- Sabtu, 21 Desember 2024 11:57 WIB

Jakarta (ANTARA) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menolak wacana kenaikan tarif TransJakarta yang saat ini tengah dikaji oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta karena akan membebani perekonomian masyarakat.
“Saya dengan tegas menolak wacana kenaikan tarif Transjakarta yang saat ini sedang dikaji oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta,” kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Penolakan ini didasarkan pada beberapa pertimbangan, terutama dengan situasi ekonomi yang masih sulit.
Menurut dia, kenaikan tarif transportasi umum seperti Transjakarta akan menambah beban ekonomi masyarakat, khususnya mereka yang sangat bergantung pada moda transportasi publik ini untuk aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Transjakarta tunda perpanjang waktu operasional layanan di 4 terminal
Kemudian, kata Wibi, Transjakarta adalah layanan publik yang harus tetap terjangkau bagi seluruh masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
“Saya percaya bahwa subsidi yang diberikan untuk layanan ini adalah bentuk investasi pemerintah untuk memastikan akses transportasi yang merata dan adil,” kata Wibi.
Menurut dia, jika ada kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Transjakarta, seharusnya dilakukan tanpa membebankan biaya tambahan kepada masyarakat.
“Optimalisasi manajemen dan alokasi anggaran yang lebih efisien harus menjadi prioritas,” tegas Wibi.
Baca juga: Pengelola Kalideres koordinasi Transjakarta terkait penyediaan Amari
Dia menjelaskan, salah satu tujuan utama dari keberadaan Transjakarta adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, kemacetan dan polusi udara.
Jika tarif dinaikkan, menurut dia, ada risiko sebagian masyarakat akan kembali menggunakan kendaraan pribadi sehingga dapat memperburuk kemacetan dan meningkatkan polusi udara.
Karena itu, dia mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan pihak terkait untuk membatalkan wacana kenaikan tarif yang saat ini masih sebesar Rp3.500.
Pihaknya akan terus mengawasi dan memastikan bahwa kebijakan transportasi di Jakarta tetap berpihak pada masyarakat, khususnya mereka yang paling membutuhkan. “Jakarta membutuhkan solusi yang berpihak pada rakyat, bukan kebijakan yang memberatkan,” kata Wibi.
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Ketua DPRD DKI: Wacana kepala daerah dipilih DPRD punya plus minus
- 18 Desember 2024
Pemprov dan DPRD sepakati Raperda Pengelolaan Air Limbah Domestik
- 18 Desember 2024
DPRD DKI siap dukung Pramono Anung-Rano Karno atasi masalah Jakarta
- 18 Desember 2024
Jakarta diminta perbanyak hiburan murah pada libur Natal-tahun baru
- 18 Desember 2024
DPRD DKI sebut pembangunan IPA Buaran III berjalan sesuai target
- 17 Desember 2024
Pram-Doel diyakini mampu jaga harmonisasi dengan DPRD DKI
- 17 Desember 2024
DPRD DKI ajak warga gunakan kendaraan umum saat berlibur
- 16 Desember 2024
Rekomendasi lain
10 Nama pemain bulu tangkis terkenal di Indonesia
- 11 September 2024
Cara mudah hapus akun Telegram
- 23 Juli 2024
Potong kuku malam hari, bolehkah?
- 23 Juli 2024
Daftar pemain Timnas U-20 dan jadwal kualifikasi Piala Asia U-20 2025
- 25 September 2024
Cara mengisi token listrik pada meteran
- 5 Agustus 2024
Kisah Mayor Teddy: Dari ajudan hingga sekretaris kabinet
- 21 Oktober 2024
Asal usul Candi Cetho di lereng Gunung Lawu
- 7 November 2024