
Apindo sebut lima prasyarat kunci dongkrak pertumbuhan ekonomi RI
- Kamis, 19 Desember 2024 18:11 WIB

Jakarta (ANTARA) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan ada lima prasyarat yang mesti dipenuhi pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga berdaya saing dan berkualitas.
Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani di Jakarta, Kamis menjelaskan lima syarat itu yakni mendorong bauran kebijakan fiskal dan moneter, peningkatan efisiensi biaya usaha universal, penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan produktivitas dan kualitas SDM, serta menghubungkan antara UMKM dan industri.
“Kunci pertama adalah mendorong bauran kebijakan fiskal dan moneter yang pro-stability dan pro-growth, ini untuk menjaga sisi demand dengan melakukan collect more dan spending better pada kebijakan fiskal, serta relaksasi kebijakan suku bunga di mana skema rasio pembiayaan inklusif juga mendukung sektor manufaktur, mendorong modal sosial mereka melalui peningkatan kualitas,” kata Shinta.
Selanjutnya yang dimaksud peningkatan efisiensi biaya usaha universal, yakni skema yang berfokus pada pemangkasan biaya kepatuhan (cost of compliance) melalui reformasi birokrasi dan kepastian hukum, menekan biaya keuangan dengan suku bunga yang kompetitif, serta pengendalian biaya energi, logistik, dan tenaga kerja.
Ia mengatakan untuk penciptaan lapangan kerja berkualitas, bisa dilakukan melalui percepatan investasi dengan mengeliminasi hambatan birokrasi, penyederhanaan perizinan, dan kepastian hukum. Dengan demikian, investasi yang berkualitas akan menjadi motor utama dalam membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.
“Peningkatan produktivitas dan kualitas SDM harus diakselerasi dengan memastikan link and match antara sistem pendidikan dan kebutuhan industri agar tenaga kerja memiliki keterampilan yang relevan dan siap bersaing di era perkembangan teknologi,” katanya.
Sementara untuk menghubungkan antara UMKM dan industri, dikatakan Shinta bisa dimulai dari implementasinya di BUMN, serta menciptakan insentif yang memadai bagi swasta yang melibatkan UMKM dalam aktivitas produksi dan distribusi.
“Hal ini harus didorong agar membuat UMKM kita naik kelas dan mendorong menjadi Global Value Chain,” katanya.
Baca juga: Apindo prediksi ekonomi RI 2025 tumbuh 5,2 persen dan inflasi terjaga
Baca juga: APINDO ajukan rekomendasi dukung perlindungan data pribadi di IPSS
Baca juga: Apindo sebut hilirisasi hingga UMKM jadi agenda strategis pacu ekonomi
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Papua Barat menetapkan UMP 2025 sebesar Rp3,615 juta
- 9 Desember 2024
Apindo: UMP perlu cerminkan kesejahteraan pekerja dan dunia usaha
- 30 November 2024
Kadin-Apindo-Hippindo pacu daya beli masyarakat lewat “Klinking Fun”
- 28 November 2024
Apindo: Pengusaha taati aturan soal upah lembur pekerja saat Pilkada
- 27 November 2024
Kemarin, harga tiket pesawat turun hingga transformasi Bulog
- 27 November 2024
Apindo tekankan penetapan UMP akomodasi seluruh pemangku kepentingan
- 26 November 2024
Rekomendasi lain
Cara menghitung persen di kalkulator ponsel, mudah dipahami
- 20 Agustus 2024
Niat dan tata cara Puasa Senin Kamis
- 21 Juli 2024
Daftar 15 gunung api yang populer di Indonesia
- 10 Juli 2024
Cara bayar belanjaan Shopee dengan saldo GoPay
- 9 Agustus 2024
Apakah menonton film porno termasuk zina dalam Islam?
- 15 September 2024
Tujuan pernikahan dalam Islam
- 30 Juli 2024
Daftar pemain Indonesia vs China, pasukan Garuda lebih mewah
- 14 Oktober 2024
Daftar bansos yang akan cair pada September 2024
- 2 September 2024