
AFTECH: Kolaborasi fintech meningkatkan daya saing industri
- Rabu, 18 Desember 2024 23:06 WIB

Digitalisasi business-to-business (B2B) yang merupakan inovasi hasil kolaborasi berbagai pihak dapat mengakselerasi inklusi keuangan secara masif.
Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Umum I Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Lily M Sambuaga mengatakan kolaborasi financial technology (fintech) dengan lintas sektor dapat menjadi kunci meningkatkan daya saing industri dan mengakselerasi inklusi keuangan di Indonesia.
“Digitalisasi business-to-business (B2B) yang merupakan inovasi hasil kolaborasi berbagai pihak dapat mengakselerasi inklusi keuangan secara masif,” kata Lily, di Jakarta, Rabu.
Laporan e-Conomy SEA 2024 oleh Google, Temasek & Bain menyebutkan, ekosistem ekonomi digital Indonesia mengalami pertumbuhan 40 persen dari total transaksi ekonomi digital di negara-negara anggota ASEAN dengan nilai diperkirakan mencapai 200-300 miliar dolar AS atau sekitar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun rupiah pada 2030.
AFTECH berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan terkait agar menghasilkan inovasi yang aman, dapat diandalkan, dan mudah diakses oleh masyarakat Indonesia.
“Pada akhirnya, kolaborasi yang baik dan berkelanjutan secara bersamaan adalah kunci untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar global,” ujar Lily.
Sejalan dengan inovasi dari hasil kolaborasi lintas sektor, keamanan siber menjadi perhatian selanjutnya yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha dan masyarakat luas.
Dengan meningkatnya penggunaan layanan pembayaran digital, perlindungan data dan integritas sistem menjadi tanggung jawab bersama yang harus diprioritaskan oleh seluruh pemangku kepentingan di ekosistem ekonomi digital.
Dalam hal ini, Direktur Eksekutif AFTECH Aries Setiadi menuturkan tahun 2025 menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis melalui adopsi teknologi keuangan.
Menurut dia, inovasi dan keamanan siber harus berjalan beriringan untuk memastikan ekosistem digital yang berkelanjutan.
“Semangat kolaborasi dan komitmen ini yang harus selalu kita jaga bersama demi masa depan ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif,” ujarnya pula.
Baca juga: OJK catat laba industri fintech P2P lending Rp1.097,51 miliar
Baca juga: OJK perkuat “fintech” bertanggung jawab lewat BFN 2024
Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Industri fintech diyakini makin berkontribusi bagi perekonomian
- 16 November 2024
Simak konser Bruno Mars hingga uji coba Hyundai IONIQ 6 N 2025
- 12 September 2024
Kanal aduankonten.id platform kolaborasi putus mata rantai judi online
- 11 September 2024
AFTECH kenalkan fintech.id agar masyarakat tak terjebak pinjol ilegal
- 11 September 2024
Aftech: Tingkatkan literasi keuangan di tengah maraknya judi online
- 11 September 2024
Rekomendasi lain
Deretan 5 kota di Indonesia dengan biaya hidup termahal
- 8 Oktober 2024
Profil Yeremias Bisai, cawagub Papua dalam Pilkada 2024
- 8 September 2024
Asal usul Candi Cetho di lereng Gunung Lawu
- 7 November 2024
Syarat dan biaya untuk memperpanjang SKCK
- 20 Agustus 2024
Cara mudah login WhatsApp Web
- 3 Juli 2024
Perkiraan awal puasa Ramadhan 1446 H dan Idul Fitri 2025
- 2 Desember 2024
Syarat Magang Bakti BCA dan besaran gajinya
- 17 Juli 2024
Format Liga Europa UEFA untuk musim 2024/2025
- 21 Agustus 2024