Seniman Aharimu persembahkan pameran tunggal bertajuk “Figure A”

Seniman Aharimu persembahkan pameran tunggal bertajuk “Figure A”

  • Selasa, 17 Desember 2024 19:05 WIB
Seniman Aharimu persembahkan pameran tunggal bertajuk
Karya Aharimu bertajuk “Figure A” (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) – Seniman lukis Aharimu mempersembahkan pameran tunggal perdananya bertajuk Figure A, menghadirkan eksplorasi unik bentuk manusia sebagai media tekstur, komposisi, dan warna, melampaui sekadar representasi subjek.

“Saya sangat antusias mempersembahkan pameran tunggal pertama ini, dalam kolaborasi bersama RUCI Art Space,” ujar Aharimu yang merupakan julukan dari Adine Halim, dalam rilis pers, Selasa.

Melalui Figure A, dirinya ingin mengungkapkan bahwa dasar-dasar klasik seperti lukisan alam benda dan gambar figur tidak harus kaku atau terjebak dalam tradisi, tetapi bisa dibebaskan ke dalam berbagai rupa yang baru.

Ia mengatakan tubuh manusia dalam karyanya adalah bentuk-bentuk yang senantiasa berubah dan beralih antara keakraban dan ambiguitas, mengundang audiens untuk terlibat secara mendalam melalui warna, tekstur, dan bentuk.

Baca juga: Alumni FHUI gelar pameran seni peringati 100 tahun pendidikan hukum RI

Deretan karya Figure A terpajang di galeri seni rupa kontemporer RUCI Art Space, menampilkan keindahan palet warna cerah yang terinspirasi dari impresionisme.

Aharimu mengeksplorasi interaksi warna untuk menciptakan sensasi visual yang dinamis dan hidup.

Selain itu, karya-karyanya juga mencerminkan beragam inspirasi, mulai dari budaya populer seperti manga dan animasi kontemporer, hingga estetika sureal dan ekspresif dari seri Creature karya modernis Bali, Made Wianta.

Dalam pendekatan eksperimentalnya, Aharimu menafsirkan ulang dasar seni lukis klasik. Lukisannya, yang didominasi cat minyak, mengadopsi teknik tidak konvensional, seperti penggunaan spatula untuk melapisi cat secara tebal atau aplikasi langsung dari tabung cat.

Baca juga: KBRI Bangkok gelar pameran lukisan karya seniman Indonesia dan Thailand

Pendekatan ini membebaskan dirinya dari teknik akademik konvensional yang sebelumnya dia pelajari, sehingga menciptakan karya yang intim dan sentuhan nyata.

Dikuratori oleh Zarani Risjad, Figure A merupakan koleksi 25 karya yang terbagi dalam lukisan, gambar, dan patung yang memperlihatkan pendekatan yang ringan namun cermat terhadap berbagai kemungkinan dalam seni lukis figur.

Karyanya melibatkan tubuh bukan sebagai subjek yang tetap dan representatif, tetapi sebagai wadah transformasi dan potensi yang tak terbatas. Pameran Figure A dapat dinikmati di RUCI Art Space, Jakarta, mulai tanggal 7 Desember 2024 hingga 20 Januari 2025.

Sebagai seorang seniman yang memiliki latar belakang seni rupa formal, Aharimu menyambut antusias kesempatan untuk mempersembahkan karya-karyanya dalam pameran tunggal perdananya.

Baca juga: Karya-karya seniman kontemporer Ade Habibie dipamerkan di D Gallerie

Dirinya melihat Figure A tidak hanya sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga simbol perjalanan panjang kreatifnya sejak menyelesaikan studi formal hingga sekarang.

Selama satu dekade semenjak kiprahnya bermula, dia aktif mengeksplorasi berbagai disiplin, termasuk terlibat dalam berbagai proyek video directing yang semakin memperkaya perspektif dan pendekatan artistiknya.

Latar belakang edukasi formalnya memberikan dasar teknis yang kokoh, sementara eksplorasi lintas bidang yang ditekuninya memperkuat otentisitas karyanya yang beragam.

Pada pameran ini Aharimu berharap dapat menghadirkan karya seni yang bisa dinikmati oleh semua orang, dengan menggunakan figur sebagai bahasa visual yang universal dan mudah dipahami.

Baginya, seni adalah media tanpa batas yang memadukan keahlian teknis, pendidikan formal, dan pengalaman multidisipliner untuk sebuah eksplorasi mendalam pada sebuah karya.

“Melalui ‘Figure A’, saya ingin mengajak para pengunjung dan pecinta seni menikmati karya-karya yang mencerminkan sudut pandang pribadi saya tentang kehidupan. Semoga pameran ini menjadi pengalaman yang tak hanya menarik, tetapi juga berkesan bagi setiap pengunjung,” pungkas dia.

Baca juga: Lukisan Einstein berbahasa Madura dipamerkan di Bangkalan

Baca juga: Seniman Indonesia pamerkan karya lukisan Subak khas Bali di Yogyakarta

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *