Dokter ingatkan jangan sepelekan sembelit pada anak, ini akibatnya

Dokter ingatkan jangan sepelekan sembelit pada anak, ini akibatnya

  • Selasa, 17 Desember 2024 00:00 WIB
Dokter ingatkan jangan sepelekan sembelit pada anak, ini akibatnya
Ilustrasi: Seorang anak sedang merasakan sakit perut karena pencernaan terganggu. ANTARA/HO-Istimewa

Biasanya awal keluhan konstipasi memiliki gejala seperti sakit perut, anak menolak makan, tidur terganggu karena anak lapar, kelesuan serta nafsu makan yang buruk pada anak

Tangerang (ANTARA) –

Dokter Anak Konsultan Gastrohepatologi Ezy Barnita mengatakan konstipasi atau sembelit pada anak tidak dapat dianggap sepele, karena jika dibiarkan dapat memicu perubahan perilaku seperti mudah tersinggung, agresif, kasar, bahkan tantrum.

“Biasanya awal keluhan konstipasi memiliki gejala seperti sakit perut, anak menolak makan, tidur terganggu karena anak lapar, kelesuan serta nafsu makan yang buruk pada anak,” katanya di Tangerang Senin.

Jika gejala tersebut terus berlanjut, kata dia, masalah konstipasi pada anak dapat menghambat dan mempengaruhi tumbuh kembang. Oleh karena itu konstipasi perlu dicegah dengan asupan serat prebiotik yang cukup dan monitor buang air anak kecil setiap hari.

Baca juga: 6 makanan dan minuman yang dapat menyebabkan sembelit

“Monitoring buang air besar anak secara rutin akan membuat orang tua menyadari saat ada gejala mendekati konstipasi, misalnya tekstur pup-nya mulai keras, meskipun masih BAB (Buang Air Besar) rutin, atau BAB mulai jarang meskipun tekstur pupnya masih lunak,” katanya.

Ia mengatakan kurangnya asupan serat prebiotik akan membuat feses yang dihasilkan oleh saluran pencernaan menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan oleh tubuh.

Baca juga: Aneka smoothies untuk redakan sembelit

Masalah konstipasi yang dialami oleh anak disebabkan oleh banyak faktor, seperti pergerakan ususnya yang lambat, menunda buang air besar karena sedang bermain, sengaja menahan buang air besar (holding-on behavior) karena punya pengalaman buruk pada saat proses toilet training, dan perubahan lingkungan toilet atau takut menggunakan toilet umum.

“Banyak anak-anak yang masih mengalami konstipasi hingga remaja dan dewasa. Oleh karena itu penting mencukupi asupan harian serat prebiotik anak agar kesehatan pencernaannya terjaga dan mencegahnya dari masalah gangguan pencernaan,” katanya.

Baca juga: Studi baru tunjukkan kaitan konstipasi dengan risiko penyakit jantung

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *