
Pengamat: Rendahnya partisipasi Pilkada karena ada kejenuhan politik
- Selasa, 10 Desember 2024 21:05 WIB

Depok (ANTARA) – Peneliti Kebijakan Publik dari Institute for Development of Policy and Local Partnerships (IDP-LP) Riko Noviantoro menilai rendahnya angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 karena ada kejenuhan politik.
“Ada situasi kejenuhan politik, di mana masyarakat letih dengan situasi politik pascapilpres, terutama terhadap berbagai manuver jelang pilpres ketika itu,” kata Riko Noviantoro ketika diminta tanggapannya rendahnya angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2024, di Depok, Selasa.
Baca juga: Komisi II: Kejenuhan dan tingginya biaya pilkada pengaruhi partisipasi
Hal ini, menurut Riko, seharusnya menjadi koreksi bersama terutama partai politik, aktor politik, akademisi dan penggiat kepemiluan.
“Mereka tentunya memahami hal ini dan menjadi bahan pelajaran agar kedepannya lebih baik lagi,” ujarnya.
Dia mengatakan rendahnya partisipasi pemilih ini bisa menjadi simbol ketidakpercayaan publik terhadap mekanisme pemilu.
“Artinya seluruh tahapan pemilu dinilai meragukan, sehingga mendorong rasa enggan untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan ini,” ujarnya.
Riko juga berpendapat bahwa beberapa daerah menunjukkan pemilih gen-z aktif terlibat, bahkan dalam masa kampanye pilkada.
Baca juga: Pengamat: Fenomena golput Pilkada DKI perlu evaluasi dan introspeksi
Untuk itu ia meminta KPU sebagai penyelenggara pemilu melakukan evaluasi semuanya tahapan yang dilalui.
“KPU seharusnya memberikan penjelasan atas fakta tersebut,” katanya.
Partisipasi pemilih dalam Pilkada Kota Bekasi 2024 hanya berada pada angka 55,05 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) sekitar 1,8 juta.
Sedangkan di Kota Depok angka partisipasi Pilkada 2024 juga rendah yaitu sekitar 62 persen.
Pilkada Depok terdapat 881.012 daftar pemilih tetap (DPT) yang memberikan hak suara dari jumlah total 1.427.674 pemilih.
Baca juga: Legislator soroti soal rendahnya angka partisipasi pemilih di Pilkada
Baca juga: Partisipasi pemilih di Pilkada tanggung jawab semua pihak
Baca juga: Pakar sebut pendidikan politik dapat cegah kejenuhan pemilih
Pewarta: Feru Lantara
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Ayu Ting Ting berharap Depok tidak macet lagi
- 27 November 2024
Warga Depok antusias salurkan hak suaranya di TPS
- 27 November 2024
Memperbaiki kualitas demokrasi, menolak politik uang
- 25 November 2024
Pemimpin terpilih Kota Depok diminta lebih pro-disabilitas
- 14 Oktober 2024
KPU gelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pilkada
- 7 September 2024
Saatnya anak muda menentukan pemimpin Kota Depok
- 13 Juli 2024
Rekomendasi lain
Soda kue dan baking powder, apa bedanya?
- 9 Juli 2024
Cara download DuckDuckGo dengan mudah
- 10 Agustus 2024
Catat, ini waktu terbaik shalat istikharah
- 27 Juli 2024
Formasi CPNS Kemensos 2024, ada khusus penempatan IKN
- 24 Agustus 2024
Cara bayar belanjaan Shopee dengan saldo GoPay
- 9 Agustus 2024
Profil Rahmat Mirzani Djausal, cagub Lampung dari Gerindra
- 7 September 2024
Kekayaan Cagub Sumatra Utara Edy Rahmayadi berdasarkan LHKPN
- 18 November 2024