
Warga Mukomuko manfaatkan potensi Sungai Selagan untuk arum jeram
- Minggu, 8 Desember 2024 13:00 WIB

Di wilayah kami ini ada Sungai Selagan, untuk itu kami menjadikannya sebagai objek wisata arum jeram
Mukomuko (ANTARA) –
“Di wilayah kami ini ada Sungai Selagan, untuk itu kami menjadikannya sebagai objek wisata arum jeram,” kata warga Kecamatan Selagan Raya Amintir saat dihubungi dari Mukomuko, Minggu.
Amintir yang juga pengelola objek wisata arum jeram ini menyatakan bahwa lahan dekat Sungai Selagan yang dijadikan objek wisata arum jeram ini milik pribadi, tetapi pengelolaannya bekerja sama dengan dua desa yang berada dekat sungai ini.
Dia menyebutkan, dua desa yang berada dekat dengan Sungai Selagan di wilayah Kecamatan Selagan Raya ini, yakni Desa Surian Bungkal dan Desa Lubuk Bangko.
“Dua desa ini yang menyediakan sarana penunjang seperti perahu yang ada saat ini sebanyak empat unit, atau setiap desa menyediakan dua unit perahu,” ujarnya.
Selanjutnya, warga selaku pemilik lahan dekat sungai ini yang mengelolanya, dan dari kerja sama ini ada sistem pembagian hasil dari sewa perahu tersebut, yakni sebesar 70 persen untuk pengelola dan 40 persen dikembalikan ke desa.
Dia menyebutkan, pembagian keuntungan dari sewa perahu lebih besar untuk pengelola karena di sana ada upah untuk pendamping arum jeram yang berjumlah sebanyak tujuh orang.
“Sebenarnya hasil yang didapat oleh pengelola wisata ini tidak besar karena kebanyakan uang itu untuk para pendamping,” katanya.
Dia menyebutkan, sewa perahu itu sebesar Rp200 ribu per satu kali yang berisi sebanyak delapan orang ditambah dua pendamping, jadi sebanyak 10 orang per trip.
Setiap hari, kata dia, rata-rata perahu ini menyusuri aliran Sungai Selagan ini sebanyak 12 trip dengan jarak tempuh sepanjang tiga kilometer.
Dia mengatakan, meskipun di wilayahnya sudah ada objek wisata arum jeram di Sungai Selagan, namun saat ini masih banyak kekurangan fasilitas penunjang seperti tempat makan dan gazebo.
Sementara itu, kata dia, sebelum ada arum jeram di wilayah ini sudah ada pengusaha yang menawarkan diri untuk menjadi pengelola sekaligus menyediakan fasilitasnya, namun belum diizinkan karena warga setempat ingin menggali potensi wilayahnya bersama desa.
Baca juga: Buaya besar diduga pemangsa manusia ditangkap di Sungai Selagan
Pewarta: Ferri Aryanto
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Jumlah warga Mukomuko Bengkulu yang masuk DTKS capai 84.710 orang
- 21 November 2024
Mukomuko perlu bangun kawasan ternak dan UPPO Biogas
- 21 November 2024
Warga Mukomuko temukan mortir aktif
- 7 Oktober 2024
BKSDA Bengkulu cek kesehatan buaya yang ditangkap warga Mukomuko
- 28 September 2024
Meresahkan, warga Mukomuko tangkap buaya sepanjang enam meter
- 27 September 2024
BPBD Mukomuko minta warga waspadai gempa megathrust
- 27 Agustus 2024
BKSDA Bengkulu perbolehkan warga bangun penangkaran buaya muara
- 20 Agustus 2024
BKSDA Bengkulu cek lokasi buaya serang warga
- 2 Agustus 2024
Rekomendasi lain
Daftar pemain Timnas U-20 dan jadwal kualifikasi Piala Asia U-20 2025
- 25 September 2024
Profil Andra Soni, Cagub Banten yang didukung 9 partai
- 4 September 2024
Rekam jejak Sugiono, kandidat Menlu dalam kabinet Prabowo
- 15 Oktober 2024
Syarat pas foto untuk administrasi pernikahan
- 30 Juli 2024
Doa minta keturunan yang sholeh dan sholehah
- 19 Juli 2024