Konflik maritim dengan China, Filipina ancam kirim kapal perang ke LCS

Konflik maritim dengan China, Filipina ancam kirim kapal perang ke LCS

  • Minggu, 8 Desember 2024 22:02 WIB
Konflik maritim dengan China, Filipina ancam kirim kapal perang ke LCS
Kapal perang Republik Indonesia KRI Butana-878 dan kapal perang Angkatan Laut Filipina BRP Artemio Ricarte (PS37) berpatroli bersama di perairan perbatasan RI-Filipina di Laut Sulawesi dan Laut Sulu, Minggu (17/11), dalam rangkaian Patroli Terkoordinasi Filipina Indonesia (Patkor Philindo) XXXVIII-2024 yang berlangsung pada 14–23 November 2024. ANTARA/HO-Dokumentasi Angkatan Laut Filipina.

Ankara (ANTARA) – Filipina memperingatkan akan mengerahkan kapal perang ke Laut China Selatan (LCS), menyusul tudingan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut China telah mengganggu kapal-kapal Filipina di perairan sengketa itu.

Juru bicara Komando Laut Filipina Barat (PCG) Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, mengatakan bahwa pengerahan kapal angkatan laut ke perairan teritorial negara itu merupakan opsi kebijakan yang sedang dipertimbangkan oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr.

Ia mengatakan bahwa keputusan akhir berada di tangan presiden dan Angkatan Bersenjata Filipina.

Laut Filipina Barat (WPS) sebagaimana ditetapkan secara resmi oleh pemerintah Filipina, berada dalam zona ekonomi eksklusif negara itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan antara Beijing dan Manila meningkat di LCS, sebuah wilayah seluas 3,5 juta kilometer persegi yang dilalui oleh sekitar 11,3 miliar dolar AS perdagangan global setiap tahunnya, menurut Pusat Studi Strategis dan Internasional.

Tarriela mengungkapkan bahwa meskipun Angkatan Laut Filipina memantau situasi di WPS, mereka tidak melakukan intervensi ketika kapal Penjaga Pantai China atau milisi maritim “mengganggu nelayan Filipina, PCG, dan Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan.”

Perselisihan tersebut menggarisbawahi meningkatnya ketegangan regional atas jalur perairan strategis, di mana China mengklaim hampir seluruh wilayah LCS, yang tumpang tindih dengan perairan teritorial beberapa negara, termasuk Filipina, Brunei, Kamboja, China, Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Manila konsisten menuduh Beijing melakukan tindakan agresif, termasuk penggunaan penjaga pantai dan milisi maritimnya untuk mengintimidasi kapal dan nelayan Filipina.

Sumber: Anadolu

Baca juga: China desak penarikan sistem rudal AS dari Filipina

Baca juga: China kritik rencana Filipina permanenkan rudal jarak menengah AS

Baca juga: Filipina: Banyak intimidasi tak sesuai UNCLOS di Laut China Selatan

Penerjemah: Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *