
KBRI Damaskus pastikan WNI di Suriah aman di tengah eskalasi konflik
- Minggu, 8 Desember 2024 20:50 WIB

Jakarta (ANTARA) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus memastikan semua WNI di Suriah, yang jumlahnya tercatat 1.162 orang, berada dalam kondisi aman di tengah eskalasi perang saudara yang mencapai Ibu Kota Suriah.
“Dilaporkan bahwa seluruh WNI di Suriah dalam keadaan aman,” demikian pernyataan KBRI Damaskus yang disiarkan melalui sosial media Instagram sebagaimana dipantau di Jakarta, Minggu.
Menghadapi dinamika konflik yang sedang memanas, KBRI Damaskus mengimbau supaya WNI di Suriah senantiasa tenang, tidak bepergian dari rumah untuk sementara, dan tetap menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI.
Apabila menghadapi kesulitan atau memerlukan bantuan mendesak, WNI di Suriah juga sangat disarankan untuk segera menghubungi KBRI Damaskus melalui hotline +963-954-444-810, +963-983-493-246, atau +963-983-480-264.
KBRI Damaskus sebelumnya telah menetapkan Siaga 1, status keamanan tertinggi, untuk seluruh wilayah Suriah menyusul eskalasi peperangan yang terjadi. Sebelumnya, Siaga 1 hanya diterapkan pada beberapa wilayah seperti Aleppo dan Hama.
Menindaklanjuti penetapan Siaga 1, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan KBRI Damaskus melakukan pertemuan secara virtual pada Sabtu (7/12) dengan masyarakat Indonesia di Suriah untuk memberikan informasi terkini soal situasi keamanan dan langkah-langkah kontingensi, termasuk evakuasi.
Mengingat situasi di Suriah yang masih sangat dinamis, Kemlu RI maupun KBRI Damaskus serta Perwakilan RI di Timur Tengah terus memperhatikan secara dekat perkembangan situasi di negara tersebut.
Kelompok bersenjata anti-rezim Bashar Al-Assad mulai memasuki Damaskus dari sisi selatan ibu kota Suriah itu pada Sabtu. Kota tersebut takluk pada kelompok oposisi pada Minggu, usai pasukan rezim Al-Assad kehilangan kendalinya.
Pertempuran di Damaskus menjadi babak akhir dari perang saudara Suriah yang berlangsung sejak 2011. Eskalasi pertempuran antara pasukan rezim dengan kelompok oposisi pecah pada 27 November lalu dari kawasan pedesaan di barat Aleppo di Suriah utara.
Cepatnya pergerakan kelompok oposisi mengejutkan pasukan militer Suriah, dan rezim Al-Assad pun kehilangan kendali terhadap satu per satu wilayah di negara itu, dimulai dari Idlib, Aleppo pada 30 November, dan Hama pada 5 Desember.
Baca juga: RI dorong transisi pemerintah Suriah yang inklusif usai jatuhnya Assad
Baca juga: Eskalasi konflik di Suriah, Kemlu RI tingkatkan status siaga
Baca juga: Kemlu RI tetapkan status siaga tertinggi untuk seluruh wilayah Suriah
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Atman Ahdiat
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Situasi kritis menghadang rezim Bashar al Assad
- 12 jam lalu
Yordania dan Irak imbau warganya keluar dari Suriah
- Kemarin 10:59
Rekomendasi lain
Doa minta keturunan yang sholeh dan sholehah
- 19 Juli 2024
Cara mengisi token listrik pada meteran
- 5 Agustus 2024
Siaran langsung Indonesia vs China dapat disaksikan di sini
- 14 Oktober 2024
4 cara mengecek NIK e-KTP tanpa ke Kantor Dukcapil
- 2 Agustus 2024
30 ucapan selamat ulang tahun Islami nan menyentuh hati
- 15 Agustus 2024
Rincian kekayaan Cawagub Sumatera Barat Vasko Ruseimy menurut LHKPN
- 20 November 2024
Segini kekayaan Cagub Kalimantan Barat Sutarmidji berdasarkan LHKPN
- 22 November 2024
Syarat dokumen dan IPK untuk daftar CPNS 2024
- 22 Agustus 2024
Profil Lukmanul Khakim, cawagub Jawa Timur yang diusung PKB
- 4 September 2024