Pengasuhan dan trauma masa kecil jadi faktor remaja bertindak negatif

Pengasuhan dan trauma masa kecil jadi faktor remaja bertindak negatif

  • Selasa, 3 Desember 2024 20:05 WIB
Pengasuhan dan trauma masa kecil jadi faktor remaja bertindak negatif
Polisi mengevakuasi jenazah dari kasus remaja berinisial MAS (14) yang menusuk ayah (APW) dan neneknya (RM) hingga tewas di Perumahan Bona Indah, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (30/11/2024). (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.)

Jakarta (ANTARA) – Psikolog klinis anak lulusan Universitas Indonesia Ratih Zulhaqqi S.Psi M.Psi mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang remaja melakukan tindakan negatif di antaranya faktor pengasuhan atau ada trauma masa kecil yang tidak selesai.

“Enggak menutup kemungkinan orang yang pendiam atau orang yang penurut mungkin saja dia bisa melakukan hal yang negatif, jadi memang banyak faktor yang melatarbelakanginya bisa faktor pengasuhannya atau trauma masa kecilnya enggak selesai,” kata Ratih kepada ANTARA, Selasa.

Ratih mengatakan, tindakan negatif yang dilakukan anak remaja hingga menyebabkan hilangnya nyawa orang-orang terdekatnya seperti fenomena gunung es ketika ada perasaan yang terpendam pada remaja meluap.

Baca juga: Polisi periksa 5 saksi kasus remaja bunuh ayah dan nenek di Cilandak

Faktor-faktor seperti kebiasaan menumpuk rasa dendam atau tidak terbiasa mengekspresikan emosi karena tidak ada seseorang yang bisa ia percaya menjadi beberapa penyebab adanya tindakan agresif dari remaja.

Maka itu ia mengatakan orang tua perlu menanamkan rasa percaya agar anak mau terbuka berkomunikasi dan merasa aman untuk berekspresi.

“Dengan kita menjadi orang yang bisa dipercaya oleh anak, artinya kita bisa jaga perasaannya, bisa jaga rahasianya, kita bisa jadi orang yang juga aman bagi mereka untuk mereka bercerita, untuk mereka bisa percaya sama kita,” katanya.

Baca juga: Polisi cek urine remaja yang bunuh ayah dan neneknya di Cilandak

Orang tua bisa membangkitkan rasa percaya anak dengan berusaha selalu menepati jika berjanji dan membuat anak merasa dihargai dengan mendengarkan cerita tanpa menghakimi, serta tidak menyalahkan anak tanpa melihat faktanya terlebih dahulu.

Ia mengatakan anak yang tidak jujur atau menyembunyikan sesuatu biasanya akan memutus komunikasi dengan orang tua dan cenderung lebih pendiam.

“Seterbukanya anak ke orang tua pastilah ada rahasia yang mereka miliki nggak mereka sebar ke orang tua, biasanya ini enggak melulu soal rahasia yang buruk, misalnya anak memang merasa bahwa ini cuma akan dikonsumsi oleh anak aja, biasanya ini akan mulai di usia remaja,” kata Ratih.

Baca juga: Kemensos fasilitasi pembinaan remaja tersangka pembunuh ayah dan nenek

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *