
Ekonom UI: Jamsostek perkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat
- Minggu, 1 Desember 2024 07:56 WIB

Jakarta (ANTARA) – Ekonom senior sekaligus dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Teguh Dartanto, menyebut penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat akan kurang optimal tanpa adanya jaminan sosial.
Hal ini diibaratkan sebagai umpan, kail, dan pelampung. Menurutnya, akan kurang optimal jika masyarakat hanya diberikan bantuan sosial (bansos) agar kondisi ekonomi bisa stabil tanpa adanya pelampung yang dalam hal ini jaminan sosial.
“Artinya, kalau orang berkegiatan secara produktif, itu juga nggak hanya ngomong pemerintah kasih bansos lalu produktif. Tapi, orang juga harus dikasih pelampung (jamsos) agar saat mancing kalau terpeleset nggak mati,” kata Teguh dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, kondisi tersebut akan sangat berpengaruh bagi para pekerja informal yang jumlahnya hampir 60 persen. Jika tidak mempunyai perlindungan sosial, maka akan mempengaruhi kondisi ekonomi.
“Ketika ada kecelakaan kerja atau kematian pencari nafkah utama, langsung kondisinya drop, jatuh miskin. Ini yang terjadi. Nggak perlu semuanya (jamsostek), minimum aja, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) itu sudah cukup untuk melindungi pekerja informal agar produktif,” kata Teguh.
Teguh menjelaskan dalam salah satu studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, menunjukkan bahwa perlindungan dari JKK dan JKM itu bisa mencegah turunnya kesejahteraan.
Baca juga: Ahli: Jamsostek kunci genjot produktivitas guna pertumbuhan ekonomi
“Kalau orang yang sebenarnya sudah di atas, kalau dapat JKK-JKM itu kesejahteraannya nggak turun. Tetapi, ini bisa melindungi 32 ribu orang agar nggak jatuh miskin,” ujarnya.
Menurutnya, saat seseorang memiliki JKM atau JKK, itu akan melindungi mereka dari jatuh miskin. Meski dengan uang dari jaminan sosial yang kecil, itu sudah bisa membantu terutama pekerja informal untuk lebih sejahtera.
“Tanpa intervensi pemerintah, hampir nggak mungkin kita bisa mencapai perlindungan sosial ketenagakerjaan yang universal. Terakhir, bahwa pemerintah harus fokus kepada pekerja rentan dan miskin, itu adalah langkah awal,” kata dia.
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Menaker ingin Social Security Summit buat strategi perkuat jamsostek
- 26 November 2024
Pengamat sebut pentingnya perluas skema jamsostek untuk PBPU
- 11 November 2024
Komisi IX DPR dorong kolaborasi realisasikan PBI Jamsostek
- 24 Oktober 2024
BPJAMSOSTEK aktivasi pasar, lindungi pekerja dari risiko sosial
- 11 Oktober 2024