
6 masalah utama yang bikin gusi bengkak dan sakit gigi
- Sabtu, 30 November 2024 10:04 WIB

Jakarta (ANTARA) – Nyeri pada gigi dan gusi sering kali menjadi salah satu masalah yang dianggap sepele. Namun, jika dibiarkan hal itu bisa memberikan dampak yang besar.
Rasa nyeri yang terus-menerus, apalagi jika disertai dengan pembengkakan gusi bisa mengganggu aktivitas harian bahkan mengganggu waktu istirahat. Mengabaikan sakit gigi juga sering kali membuat kita sulit berkonsentrasi dan terpaksa menunda banyak hal.
Rasa nyeri di bagian gigi dan gusi bisa disebabkan oleh beberapa hal. Dilansir dari laman Kemenkes, gigi nyeri dan gusi yang mengalami pembengkakan dapat menjadi tanda dari beberapa kondisi kesehatan mulut yang memerlukan perhatian medis. Beberapa kondisi tersebut meliputi:
1. Gingivitis
Gingivitis atau radang gusi adalah salah satu penyebab paling umum gusi bengkak. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak bakteri di sekitar gigi. Gejala utamanya meliputi gusi yang membengkak, berwarna merah dan mudah berdarah, terutama saat menyikat gigi atau menggunakan benang gigi.
2. Periodontitis
Jika gingivitis tidak segera diobati, kondisi ini dapat berkembang menjadi periodontitis, yaitu peradangan yang lebih parah pada jaringan penyangga gigi. Periodontitis tidak hanya menyebabkan gusi bengkak, tetapi juga bisa merusak jaringan dan tulang yang menopang gigi. Gejalanya mencakup gigi yang terasa goyang hingga berisiko tanggal.
3. Abses gigi (Dental abscess)
Abses gigi adalah infeksi serius yang menghasilkan kumpulan nanah di dalam gusi atau di sekitar gigi. Kondisi ini biasanya sangat menyakitkan dan sering disertai pembengkakan yang signifikan. Abses memerlukan perawatan segera untuk mencegah penyebaran infeksi.
4. Perikoronitis
Ketika gigi bungsu tumbuh, terutama jika pertumbuhannya tidak sempurna atau terhalang oleh gusi, kondisi ini bisa menyebabkan perikoronitis. Perikoronitis ditandai dengan pembengkakan dan peradangan pada jaringan gusi di sekitar gigi bungsu, disertai rasa nyeri yang cukup intens.
5. Sisa makanan di sela gigi (Food impaction)
Makanan yang tersangkut di sela-sela gigi dapat menjadi penyebab pembengkakan gusi. Jika tidak segera dibersihkan, sisa makanan ini dapat memicu iritasi dan infeksi, yang pada akhirnya menyebabkan rasa nyeri dan bengkak pada gusi.
6. Pembesaran gusi (Gingival enlargement)
Pembesaran gusi atau gingival enlargement dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
- Penggunaan obat-obatan tertentu, termasuk anticonvulsants, immunosuppressants, dan calcium channel blockers.
- Perubahan hormonal, seperti yang terjadi selama kehamilan atau masa pubertas.
Untuk menghindari terjadinya hal-hal tersebut, kita disarankan untuk melakukan pemeriksaan kondisi gigi dan gusi ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali. Namun, jika Anda mengalami keluhan seperti radang gusi atau gejala lain yang mengindikasikan masalah, jangan menunggu hingga jadwal pemeriksaan berikutnya. Melakukan pemeriksaan lebih cepat dapat membantu mendeteksi dan menangani masalah sejak dini.
Baca juga: Pengobatan untuk peradangan gusi yang bisa dilakukan di rumah
Baca juga: Dokter paparkan sejumlah ciri kanker lidah yang perlu diwaspadai
Baca juga: Dokter: Ibu perlu kreatif memberikan MPASI meskipun bayi tumbuh gigi
Pewarta: Allisa Luthfia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024