Pep Guardiola tak ambil pusing dengan empat kekalahan Man City

Liga Inggris

Pep Guardiola tak ambil pusing dengan empat kekalahan Man City

  • Sabtu, 23 November 2024 16:01 WIB
Pep Guardiola tak ambil pusing dengan empat kekalahan Man City
Manchester City’s Spanish manager Pep Guardiola gives a press conference on the eve of their UEFA Champions League quarter final first leg football match against Real Madrid CF at the Santiago Bernabeu stadium in Madrid on April 8, 2024. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP) (AFP/JAVIER SORIANO)

Jakarta (ANTARA) – Pelatih Manchester City Pep Guardiola tak ambil pusing dengan empat kekalahan beruntun yang didapatkan timnya jelang bertemu Tottenham pada pekan ke-12 Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Minggu dini hari WIB.

Dikutip dari laman resmi klub, Sabtu, Pep mengatakan jika empat kekalahan beruntun bagi dirinya merupakan sesuatu yang wajar, terlebih ia sudah cukup lama menangani Manchester City.

Pelatih berkebangsaan Spanyol itu melanjutkan, jika timnya kini memang tengah dalam kondisi yang kurang baik karena menelan empat kekalahan beruntun, namun sebelumnya mereka dapat mengamankan empat gelar Liga Inggris.

“Empat kekalahan? Dengar ketika Anda telah menjadi manajer dalam delapan atau sembilan tahun di satu klub, Anda menjalani semua skenario dan situasi. Anda bisa kalah empat kali berturut-turut dan pada saat yang sama Anda bisa memenangkan empat Liga Premier berturut-turut,” terang Pep.

“Perbedaannya adalah bahwa sebagian besar tim dapat kalah dalam empat pertandingan di tiga kompetisi berbeda, tetapi hanya satu tim yang memenangkan empat Liga Primer berturut-turut. Itu pernah terjadi. Dalam satu musim dalam delapan atau sembilan tahun, kedua sisi mata uang itu akan terjadi,” sambungnya.

Diketahui Manchester City menelan kekalahan pertama mereka musim ini dari Tottenham pada ajang Piala Liga Inggris, lalu takluk di Liga Inggris dari Bournemouth dan Brighton, serta dari Sporting di Liga Champions.

Meskipun begitu, beberapa waktu lalu Pep memutuskan untuk memperpanjang masa baktinya bersama Manchester City hingga musim panas 2027 mendatang karena dirinya merasa dicintai di klub tersebut.

“Saya merasa dicintai. Bukan hanya karena fakta saya mengabdi lama di sini karena kami menang. Saya tidak menang. Kami menang banyak. Kami kalah empat kali berturut-turut musim ini, tetapi kami memenangkan empat Liga Primer berturut-turut. Kami menang bersama-sama,” tegas Pep.

“Semua ini terjadi, ada momentumnya. Jadi saya di sini karena kami menang. Jadi orang-orang mungkin berkata 'kami suka Pep' karena kami menang banyak. Dan mulai kalah telak, telak, telak, orang-orang berkata apa alasan saya bertahan di sini. Itu normal, di mana-mana,” pungkasnya.

Baca juga: Guardiola senang tiga bek tengahnya masuk lagi skuad City

Baca juga: Haaland: Guardiola manajer sepak bola terbaik yang pernah ada

Baca juga: Alasan Guardiola mau perpanjang kontrak: Ingin perbaiki performa Man City

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *