
BKSDA Bali lepaskan 310 burung dilindungi di hutan produksi Buleleng
- Sabtu, 23 November 2024 07:03 WIB

Pelepasliaran ini menjadi salah satu langkah konkret dalam melindungi satwa liar dan mencegah praktik perdagangan ilegal, khususnya di Provinsi Bali
Denpasar (ANTARA) – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali melepasliarkan 310 burung ke habitat alami di Kawasan Hutan Produksi Terbatas, Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Bali Utara, Desa Sumber Klampok, Kabupaten Buleleng.
Kepala BKSDa Bali Ratna Hendratmoko di Denpasar, Sabtu, mengatakan 310 burung tersebut terdiri atas 225 Burung Terucuk (Pycnonotus goiavier) dan 85 Burung Beranjangan (Mirafra javanica).
Burung-burung yang dilepasliarkan tersebut merupakan hasil penyerahan Badan Karantina Indonesia Satpel Pelabuhan Gilimanuk kepada Resor KSDA Gilimanuk.
Ratna mengatakan kegiatan pelepasliaran dilakukan atas hasil koordinasi antara BKSDA Bali dan KPH Bali Utara, guna memastikan lokasi pelepasliaran sesuai dengan habitat alami burung-burung tersebut.
Baca juga: BKSDA harap aturan adat bisa cegah penyelundupan penyu ke Bali
LSM Flight Protecting Bird yang selama ini aktif dalam pengawasan peredaran burung liar dan memberikan informasi terkait penyelundupan, turut hadir dalam pelepasliaran tersebut, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya konservasi.
“Pelepasliaran ini menjadi salah satu langkah konkret dalam melindungi satwa liar dan mencegah praktik perdagangan ilegal, khususnya di Provinsi Bali,” kata Ratna.
pelabuhan, untuk mencegah praktik penyelundupan satwa liar.
Baca juga: BKSDA minta warga waspada buaya muara lainnya di sekitar Pantai Legian
Langkah ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antar-lembaga dalam menjaga keanekaragaman hayati, dan memastikan bahwa satwa liar dapat hidup bebas di habitatnya.
Hal itu, kata dia, bertujuan agar keseimbangan ekosistem dan lingkungan Bali secara berkelanjutan dapat tetap terjaga.
Kegiatan pelepasliaran dihadiri oleh Kepala Karantina Satpel Pelabuhan Gilimanuk, KRPH Sumber Kelampok, KRPH Banyupoh, Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa Sumber Klampok, dan LSM Flight Protecting Bird.
Baca juga: BKSDA amankan burung Perkici & Nuri patah kaki di Masohi Maluku
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Perbekel minta BKSDA turun ke desa sikapi kasus Satwa Landak Bali
- 10 September 2024
PN Denpasar: Proses hukum kasus Landak Jawa masih pemeriksaan saksi
- 10 September 2024
BKSDA Bali sebut paus sperma kerdil mati di Sanur karena banyak luka
- 18 Desember 2023
BKSDA Bali tak lakukan pembedahan paus terdampar di Pantai Kuta
- 7 Desember 2023