
Minyak zaitun baik untuk kesehatan, tapi tidak perlu diminum langsung
- Jumat, 22 November 2024 07:05 WIB

Jakarta (ANTARA) – Mengonsumsi minyak zaitun, khususnya minyak zaitun murni, dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung, mengatur kolesterol, meredakan peradangan, dan mendukung kesehatan pencernaan menurut Aderet Dana Hoch, RD, ahli diet terdaftar dan pendiri Dining with Nature.
“Tetapi itu tidak berarti Anda perlu meminumnya dalam takaran standar 1,5 ons,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran Popsugar pada Kamis (21/11).
“Mengapa? Karena manfaat ini dapat diperoleh dengan mudah dengan memasukkan minyak zaitun ke dalam hidangan yang dimasak dan makanan seimbang,” ia menjelaskan.
Ahli diet terdaftar di Everflex Fitness Avery Zenker, RD menyampaikan bahwa lemak tak jenuh tunggal yang sehat, antioksidan, dan polifenol dalam minyak zaitun memiliki efek positif pada mikrobioma usus.
Unsur-unsur dalam minyak zaitun, ia melanjutkan, juga baik untuk kesehatan kulit, integritas membran sel, dan penyerapan nutrisi yang larut dalam lemak.
“Tetapi, sekali lagi, takaran minyak zaitun murni tidak diperlukan untuk mendapatkan manfaat ini,” kata Zenker.
Baca juga: Memasak dengan minyak zaitun setiap hari bisa bantu lindungi otak
Baca juga: Kacang-kacangan, minyak zaitun, dan alpukat bagus untuk kecerdasan
Maddie Pasquariello, RD, ahli diet terdaftar pendiri Nutrition With Maddie, juga menyampaikan bahwa manfaat kesehatan dari minyak zaitun dapat diperoleh tanpa meminum langsung minyak zaitun.
Jika tujuannya untuk mengoptimalkan kesehatan secara keseluruhan dan meningkatkan fungsi pencernaan, ia mengatakan, maka lebih penting menggabungkan olahraga teratur dengan konsumsi beragam makanan dengan banyak buah dan sayuran kaya serat dan lemak sehat serta pembatasan makanan olahan.
Zenker menyampaikan bahwa minyak zaitun pada dasarnya bisa membantu melumasi usus, jadi terlalu banyak minyak zaitun yang terkonsentrasi malah dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare dan mual.
“Orang yang rentan terhadap refluks asam dan mereka yang memiliki masalah kandung empedu juga harus menjauhi tren ini, karena makanan berlemak tinggi, termasuk minyak zaitun, dapat memperburuk gejala dan menyebabkan komplikasi,” ia menjelaskan.
Ia menambahkan, minyak zaitun juga bukan camilan yang mengenyangkan meskipun mengandung 376 kalori dan 43 gram lemak per porsi 1,5 ons serta tidak menawarkan mikronutrien yang signifikan.
“Lebih baik ngemil sumber lemak sehat lain seperti kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, dan alpukat,” katanya.
Menurut dia, lebih baik menggunakan minyak zaitun untuk memasak, mencampurkan minyak zaitun ke saus salad atau bumbu rendaman, atau menyiramkannya ke roti segar.
Hoch juga menyarankan minyak zaitun tidak dikonsumsi secara terpisah. “Karena, makanan paling baik dicerna dan diserap sebagai bagian dari makanan utuh dan seimbang yang mencakup berbagai nutrisi,” katanya.
Baca juga: Diet nabati dapat kurangi risiko apnea tidur
Baca juga: Pola makan di usia 40 tahun tentukan kualitas hidup pada usia 70 tahun
Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Wanita menopause dibolehkan beri organ intimnya minyak zaitun
- 30 November 2023
Merawat kulit dengan keajaiban zaitun
- 26 Februari 2022
Manfaat kandungan minyak zaitun dalam perawatan tubuh
- 27 April 2021
Minyak zaitun solusi perawatan rambut dan kulit wanita berhijab
- 6 November 2020
Minyak jagung tingkatkan risiko diabetes
- 18 Agustus 2020
Yang perlu Anda tahu saat mengonsumsi minyak zaitun
- 15 Januari 2019
Ketimbang viagra, minyak zaitun lebih ampuh atasi impotensi
- 3 September 2018