Korsel: Blokir GPS Korut meluas di sepanjang perbatasan antar-Korea

Korsel: Blokir GPS Korut meluas di sepanjang perbatasan antar-Korea

  • Sabtu, 16 November 2024 16:00 WIB
Korsel: Blokir GPS Korut meluas di sepanjang perbatasan antar-Korea
Tentara Korea Utara mengawasi ke arah selatan saat Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence (tidak ada dalam foto) tiba di desa gencata senjata Panmunjom, Korea Selatan, Senin (17/4/2017). (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Seoul (ANTARA) – Korea Selatan mengatakan Korea Utara tampaknya sedang melakukan pemblokiran sinyal GPS di wilayah yang lebih luas sepanjang perbatasan kedua negara.

Pernyataan tersebut disampaikan seorang pejabat militer pada Sabtu sembari menyampaikan bahwa serangkaian gangguan tersebut diyakini terkait dengan latihan militer Korea Utara dalam menghadapi pesawat nirawak (drone).

“Korea Utara telah mencoba untuk memblokir sinyal GPS selama delapan hari berturut-turut dari 8 hingga 15 November,” kata pejabat tersebut.

Serangan pemblokiran sinyal tersebut awalnya dilakukan di Kepulauan Barat Laut, namun sejak Kamis lalu telah meluas ke Provinsi Gyeonggi dan Gangwon utara, kata pejabat itu.

Setelah beberapa serangan pemblokiran yang dilakukan Korea Utara di sekitar pulau-pulau perbatasan barat laut antara 29 Mei dan 2 Juni itu, Pyongyang baru-baru ini melanjutkan pemblokiran tersebut.

Jika dibandingkan dengan serangan pemblokiran sebelumnya pada tahun ini yang melibatkan sinyal yang lebih kuat dan tampaknya menyasar Korea Selatan, pemblokiran GPS yang dilakukan pada November ini kemungkinan terkait dengan latihan militer Korea Utara untuk merespons drone, kata militer Korea Selatan.

Pada Juni, Korea Selatan mengangkat masalah pemblokiran GPS yang berulang oleh Korea Utara itu dengan tiga lembaga internasional terkait — Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU), Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), dan Organisasi Maritim Internasional (IMO) — guna meminta langkah-langkah yang tepat untuk diambil menanggapi provokasi tersebut.

Korea Utara merupakan anggota ITU, ICAO, dan IMO.

Sebagai tanggapan, ICAO mengadopsi sebuah keputusan yang menyuarakan kekhawatiran serius terkait dengan pemblokiran sinyal navigasi GPS oleh Korea Utara baru-baru ini, dan menyebut negara itu secara spesifik dengan namanya untuk pertama kalinya.

Sumber : Yonhap

​​​​​​​

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Hakim AS berpihak pada New York Times yang menentang kebijakan jurnalisme Pentagon

    Seorang hakim federal di Amerika Serikat setuju untuk menghalangi pemerintahan Presiden Donald Trump dalam menerapkan kebijakan yang membatasi akses berita ke Pentagon. Keputusan yang diambil pada hari Jumat berpihak pada…

    Hore! Naik TransJ, MRT, LRT Hari Ini Cuma Bayar Rp 1

    Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan tarif Rp 1 bagi moda transportasi umum selama Lebaran. Sejumlah transportasi itu yakni Transjakarta, MRT, LRT Jakarta, dan LRT Jabodebek. Penerapan tarif Rp…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *