BKKBN: Lewat intervensi, otak anak stunting berkembang hingga 20 tahun

BKKBN: Lewat intervensi, otak anak stunting berkembang hingga 20 tahun

  • Rabu, 13 November 2024 22:06 WIB
BKKBN: Lewat intervensi, otak anak stunting berkembang hingga 20 tahun
Ilustrasi-Seorang anak menunjukkan telur yang dibagikan saat peluncuran Gerakan Gemar Makan Telur di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/10/2024). Pemerintah Provinsi Sulsel meluncurkan Gerakan Gemar Makan Telur dengan melibatkan 300 anak di 24 kabupaten dan kota untuk meningkatkan kualitas gizi dan menurunkan angka stunting dari 27,4 persen menjadi 20 persen. (ANTARA FOTO/Hasrul Said/rwa.)

Kemudian yang perkembangan otak itu memang dia sudah agak menurun, tetapi nanti dia akan meningkat lagi

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan otak anak yang dinyatakan stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau usia 0-2 tahun masih bisa berkembang hingga usia 20 tahun atau 8.000 HPK.

“Walaupun setelah pemeriksaan di rumah sakit dia (anak) dikatakan, diagnosisnya stunting, sebenarnya dengan teori 8.000 HPK, pertanyaannya otak masih bisa diselamatkan enggak? Masih. Tingginya masih bisa dikejar enggak? Masih,” kata Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Irma Ardiana dalam temu media di Jakarta, Rabu.

Walaupun perkembangan otak anak yang didiagnosis stunting tidak sama dengan anak yang normal, kata dia, masih ada potensi untuk tumbuh dan berkembang.

Baca juga: Kemenko PMK: 1.000 HPK berpengaruh ciptakan kualitas SDM berkelanjutan

“Kalau dari tinggi, anak-anak kita itu memang 50 persen pesatnya itu ada di usia lima tahun, tetapi kita tidak boleh lupa bahwa nanti ada kurva pertumbuhannya, itu pada saat mereka pubertas. Kemudian yang perkembangan otak itu memang dia sudah agak menurun, tetapi nanti dia akan meningkat lagi,” ujar Irma.

Meski pertumbuhan anak yang didiagnosis stunting cenderung lambat, tetapi menurut Irma, potensi mereka untuk tumbuh dan berkembang masih bisa ditingkatkan melalui stimulasi dengan catch up growth (mengejar pertumbuhannya).

“Jadi catch up growth itu adalah ketika dia memang dengan definisi penegakan diagnosis oleh dokter, distimulasi kuat jadi diajak bermain, kemudian misal kelemahannya pada bicaranya atau apa, kita punya referensi yang baik ya di Jamaica (Amerika Utara),” paparnya.

Baca juga: BKKBN: Perlu intervensi serentak atasi stunting 3 daerah di Lampung

Ia mengemukakan di Jamaica, anak-anak dengan stunting dikelompokkan menjadi dua. Kelompok pertama hanya diintervensi melalui pemberian makanan, sedangkan kelompok kedua diberikan stimulasi.

“Dari dua ini, yang diberikan stimulasi menunjukkan perkembangan lebih baik daripada yang hanya diberikan makanan. Artinya, masih ada potensi perkembangan otak bagi si anak ketika diberikan stimulasi khusus, jadi memang lebih baik terus distimulasi sampai usia 20 tahun,” tuturnya.

Irma juga menyebutkan salah satu cara untuk mempercepat penurunan stunting yakni melalui pola asuh, karena menentukan dua hal. Pertama yakni apakah anaknya mendapatkan gizi sejak dalam kandungan. Kedua, apakah anaknya terlindungi dari risiko infeksi.

Baca juga: Kemenkes: Intervensi PMT harus tepat sasaran untuk cegah stunting

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *