
Pemerintah siapkan energi ekonomis dan bersih bagi industri
- Rabu, 6 November 2024 12:02 WIB

Energi berbiaya kompetitif dan bersih dibutuhkan untuk industri terutama di DKI Jakarta dan sekitarnya sehingga bisa menekan polusi udara.
“Kami berharap dengan tersedianya energi bersih industri tetap bisa kompetitif dan mampu berkontribusi terhadap program langit biru,” kata Dewan Pakar Prabowo-Gibran, Ning Wilawati dalam dialog Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) 2024 di Jakarta, Rabu.
Manajer Program Institute Essential for Services Reform (IESR) Deon Arinaldo menyebutkan saat ini kawasan Uni Eropa menerapkan kebijakan penyesuaian batas karbon atau carbon border adjustment mechanism (CBAM) yang akan diberlakukan secara resmi pada 2026.
Baca juga: Jakpus gandeng berbagai pihak untuk tingkatkan efisiensi energi
Melalui penerapan kebijakan ini, produk yang mempunyai jejak karbon tinggi akan dikenakan pajak tambahan. Beberapa komoditas yang pasti terdampak dari aturan CBAM ini adalah semen, pupuk, listrik, besi, dan baja dan aluminium.
Sedangkan di Indonesia konsumsi energi didominasi oleh sektor industri sebesar 43,90 persen. Konsumsi energi yang tinggi ini menyebabkan emisi sektor industri meningkat hingga 30 persen, mencapai 400 juta ton setara karbon dioksida, dibandingkan tahun 2021.
Deon menyatakan, tanpa upaya dekarbonisasi untuk mencapai emisi nol bersih (Net Zero
Emission (NZE) pada 2050, emisi sektor industri bisa meningkat dua kali lipat.
Dekarbonisasi kebutuhan energi panas industri dapat memangkas emisi secara signifikan sehingga mengurangi jejak karbon sektor industri dan meningkatkan daya saing produk domestik.
“Saat ini, lebih dari 60 persen pelaku industri bersedia melakukan dekarbonisasi, asalkan pemerintah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menciptakan lapangan tanding yang setara (level of playing field),” katanya.
Baca juga: Pemkot Jaktim sosialisasikan konservasi energi pada gedung pemerintah
Deon menambahkan, pemerintah sedang menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk sektor industri di Indonesia.
Dalam kajian peta jalan ini, terutama menyasar industri ringan seperti tekstil, makanan dan minuman, otomotif, keramik dan kaca.
Menurut Deon selain menyusun peta jalan dekarbonisasi, pemerintah perlu menetapkan strategi untuk menjadikan transisi energi dan dekarbonisasi sebagai bagian pertumbuhan industri, melihat ada potensi perubahan pasar seperti penggunaan amonia sebagai bahan bakar pupuk maupun juga untuk energi.
Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Ekonomi tumbuh tinggi tanpa melupakan pengurangan emisi
- 3 November 2024
Pertamina NRE dukung dekarbonisasi lewat “carbon neutral event”
- 2 November 2024
Renault perkenalkan Embleme buktikan komitmen dekarbonisasi
- 1 November 2024
PT Timah optimalkan dekarbonisasi mitigasi perubahan iklim
- 26 Oktober 2024
Pertamina: Injeksi penuh CO2 zona tujuh turunkan emisi 14,6 juta ton
- 23 September 2024
Perluas SAF, Pertamina Patra Niaga dukung dekarbonisasi penerbangan
- 19 September 2024
Industri hijau sebagai jalan keluar dari jebakan pendapatan menengah
- 10 September 2024
Organisasi pelaksana nuklir nasional Nepio dibentuk tahun ini
- 9 September 2024
Ambisi Indonesia pacu dekarbonisasi secara global
- 6 September 2024