Malaysia buat draf resolusi rekomendasikan Israel dikeluarkan dari PBB

Malaysia buat draf resolusi rekomendasikan Israel dikeluarkan dari PBB

  • Selasa, 5 November 2024 00:14 WIB
Malaysia buat draf resolusi rekomendasikan Israel dikeluarkan dari PBB
Tangkapan layar – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam sesi penjelasan dalam sidang Parlemen di Gedung Dewan Rakyat, Kuala Lumpur, Senin (4/11/2024). (ANTARA/VIrna P Setyorini)

Kuala Lumpur (ANTARA) – Malaysia menyiapkan satu draf resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan merekomendasikan Israel dikeluarkan sebagai anggota organisasi dunia tersebut apabila terjadi pelanggaran undang-undang, hukum dan keputusan dalam isu yang melibatkan Palestina.
Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dalam sesi penjelasan dengan Parlemen di Gedung Dewan Rakyat yang diikuti secara daring di Kuala Lumpur, Senin.

Draf resolusi itu, menurut Anwar, sedang dalam proses negosiasi dan diperkirakan akan diajukan ke Majelis Umum PBB untuk mendapatkan persetujuan dalam waktu dekat.

Pada 31 Oktober 2024 lalu, ia mengatakan, Malaysia telah menyertai Kumpulan Inti (Core Group) untuk membuat draf resolusi Majelis Umum PBB memohon Pendapat Nasihat (Advisory Opinion) Mahkamah Internasional (ICJ) mengenai kewajiban Israel untuk mengizinkan kegiatan dan kehadiran PBB.

Anwar mengatakan saat resolusi itu luluskan, itu akan menjadi dasar hukum membolehkan UNRWA terus memberikan bantuan dasar seperti pendidikan, layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan yang telah memberikan manfaat bagi lebih dari enam juta pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon dan Suriah.

“UNRWA merupakan jalur utama penyaluran bantuan kepada rakyat Palestina. Peran pentingnya didukung penuh oleh Malaysia. Dan kerja sama serta koordinasi akan terus ditingkatkan,” kata Anwar.

Hingga 1 November 2024, ia mengatakan kezaliman terhadap rakyat Palestina menelan 43.204 korban jiwa, termasuk di antaranya 16.000 anak-anak. Sedangkan 101.641 rakyat Palestina dilaporkan cedera, dan 11.000 lainnya dilaporkan hilang.

Anwar mengatakan sebanyak 118 rakyat Palestina menjadi korban dan 277 lainnya cedera setiap hari sejak Oktober 2023.

Situasi di Gaza malangnya terus meruncing, karena kekerasan tidak terhenti dengan kekebalan hukum (inpunity) dan dukungan langsung dan tidak langsung dari negara sekutu Israel, katanya.

Baca juga: Malaysia kutuk UU Parlemen Israel yang larang UNRWA beroperasi di Gaza
Baca juga: Malaysia minta komunitas internasional tindak tegas Zionis Israel

 

Pewarta: Virna P Setyorini
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *