Kepala daerah Jabar-Bandung Raya uji coba bus matangkan rencana BRT

Kepala daerah Jabar-Bandung Raya uji coba bus matangkan rencana BRT

  • Selasa, 5 November 2024 04:05 WIB
Kepala daerah Jabar-Bandung Raya uji coba bus matangkan rencana BRT
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin memberikan keterangan di Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (4/11/2024). ANTARA/Ricky Prayoga

Bandung (ANTARA) – Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat dan kabupaten/kota Bandung Raya melakukan uji coba bus kota Alun-alun Bandung-Kota Baru Parahyangan, Senin ini, dalam rangka mematangkan rencana pembangunan sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.

Percobaan menggunakan alat transportasi bus ini untuk menilai beberapa aspek sebelum operasional BRT Bandung Raya, seperti menyangkut kenyamanan dan waktu tempuh dalam perjalanan.

“Kami bersama kepala daerah di cekungan Bandung atau metropolitan Bandung Raya mencoba langsung BRT dan busnya nyaman, cuman waktu tempuh tadi memang tidak macet jadi satu jam, saya kira cukup baik, tinggal pemantapan. Mungkin juga diperlukan jalur khusus di beberapa koridor,” kata Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin di Bandung Barat, Senin.

Baca juga: Pembangunan BRT Bandung Raya terus dimatangkan

Bey mengatakan dari rencana 21 koridor saat beroperasi nanti, saat ini baru ada lima koridor yang cukup baik, seperti Dipatiukur-Jatinangor, Baleendah-BEC, Alun-alun-Padalarang, Leuwipanjang-Dago, dan Leuwipanjang-Soreang.

“Untuk tiga koridor di awal itu sudah 56 persen tepat waktu, jadi kami optimistis ini akan menjadi moda transportasi yang bermanfaat, khususnya warga Bandung Raya,” ujarnya.

Terkait dengan waktu tempuh sehubungan dengan lalu lintas dan lebar jalan yang ada, Bey mengatakan bahwa BRT itu maksimal berhenti di tiap pemberhentian dua menit, dan headway antara unit bus berdekatan agar tidak terjadi penumpukan, baik di bus atau di tempat pemberhentian.

Ke depan juga, kata Bey, infrastruktur untuk BRT Bandung Raya akan mulai dibangun pada awal tahun 2025, termasuk pusat komando operasi untuk pengaturan unit bus, perlengkapan CCTV dalam bus untuk keamanan.

“Serta, akan dibuat sistem pembayaran terintegrasi dengan sekali bayar untuk seluruh koridor dengan dibuat titik-titik persinggungan. Anggarannya untuk infrastruktur dari Bank Dunia. Jadi tentu diharapkan masyarakat Bandung Raya berpindah kepada transportasi bus,” ujarnya.

BRT Bandung Raya akan mulai dibangun pada awal 2025, kemudian dilanjutkan tahap II pada 2026 dan operasional seluruhnya pada 2027 yang koridornya akan mencakup wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang.

Baca juga: BRT-LRT Bandung Raya turut ditawarkan dalam WJIS 2024
Baca juga: Kemenhub pastikan pembangunan BRT Bandung Raya dimulai 2025
Baca juga: Kemenhub kembangkan transportasi umum BRT di Bandung demi tekan polusi

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Menlu: Pemerintah kirim bantuan gempa ke Myanmar pada Kamis Rabu, 2 April 2025 17:17 WIB waktu baca 2…

    Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal

    English Terkini Terpopuler Top News Pilihan Editor Pemilu Otomotif Antara Foto Redaksi Polisi: Arus kendaraan di tol Jateng dipadati pemudik lokal Rabu, 2 April 2025 17:16 WIB waktu baca 2…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *