
Menteri LH berterima kasih kepada pemulung di TPST Bantargebang
- Minggu, 27 Oktober 2024 23:05 WIB

“Dari aktivitas itu juga ada kontribusi menyelesaikan masalah sampah yang menjadi tanggung jawab semua, termasuk mereka (pemulung) yang sebagian juga diketahui adalah pendatang,” kata dia saat kunjungan kerja ke TPST Bantargebang, Minggu petang.
Baca juga: Usai ditatar Presiden, Menteri LH tancap gas benahi sampah di Jakarta
Hanif menargetkan pemulung atau masyarakat yang hidup di sekitar tempat pembuangan sampah menjadi mitra strategis Pemerintah untuk mengkampanyekan budaya pilah-pilih sampah (organik-nonorganik) dan buang sampah pada tempatnya.
Hal tersebut sejalan dengan fokus Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) era Kabinet Merah Putih yang dalam 100 hari ke depan terkait pengelolaan tempat pembuangan sampah dan membangun desa berbasis iklim.
“Hulunya ada di masyarakat. Ketika bisa terpilah maka sampah-sampah itu akan mudah dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Tidak menumpuk hingga menggunung jadi satu seperti kondisi saat ini,” ujarnya.
Baca juga: Menteri LH: Impor sampah ke Indonesia harus dihentikan
TPST Bantargebang yang merupakan salah satu aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu sudah melebihi kapasitas karena tumpukan sampah yang terus masuk setiap hari meskipun sudah dilakukan peluasan wilayah hingga menjadi 117,5 hektare.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta total ada lebih dari 55 juta ton sampah yang menumpuk di TPST Bantargebang, atau per harinya menerima sebanyak 7.500-8.000 ton sampah yang berasal dari ibu kota.
Adapun dari jumlah total sampah yang tertimbun ada sekitar 49-50 persennya merupakan sampah sisa makanan dan sebagian lainnya adalah sampah plastik, kertas, dan jenis lainnya.
Baca juga: Menteri LH akan evaluasi wacana penghentian impor sampah
Oleh karena itu, mantan Dirjen Planologi Kehutanan dan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ini mengaku optimistis masalah sampah khususnya di Jakarta dan sekitarnya akan terselesaikan jika pilah-pilih sampah bisa menjadi budaya di kalangan masyarakat.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2024
Komentar
Berita Terkait
Menteri LH: Impor sampah ke Indonesia harus dihentikan
- 44 menit lalu
Mensos: Pemulung harus gapai pendidikan tinggi untuk ubah nasib
- 30 September 2024
Jaksel bertekad kurangi pengiriman sampah ke TPST Bantargebang
- 17 Februari 2024
Belasan unit damkar bantu padamkan kebakaran TPST Bantargebang
- 29 Oktober 2023
Penataan lingkungan menjadi syarat mutlak kawasan skala kota
- 20 Oktober 2023